Bentor Perpustakaan Keliling Dinas Perpustakaan Lambar Dikelola Komunitas Baca
Kabid Pengembangan Koleksi, Pengelolaan dan Alih Media pada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lampung Barat, Basuki Rahmat. Foto: Iwan
Lampung Barat - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lampung Barat pada tahun angggaran 2019 yang lalu melakukan pengadaan empat unit bentor untuk perpustakaan keliling yang akan diberikan terhadap penggiat literasi di Kecamatan Kebun Tebu, Way Tenong, Sekincau dan Bandar Negeri Suoh.
Kabid Pengembangan Koleksi, Pengelolaan dan Alih Media pada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan setempat, Basuki Rahmat ketika dikunjungi di ruang kerjanya mengatakan bahwa bentor tersebut akan dikelola Komunitas Lamban Baca yang ada di tingkat pekon.
"Bentor ini milik bersama, artinya untuk kepentingan masyarakat banyak, namun harus ada yang kita berikan tanggung jawab untuk mengelolanya, sehingga di setiap kegiatan bentor tersebut bisa hadir di tengah masyarakat," ungkapnya, Selasa (4/2/2020).
Basuki mengaku bentor tersebut sudah dilengkapi sebanyak 500 buku mulai dari buku bacaan anak-anak, pertanian, perkebunan dan lainnya. Bahkan pengelolanya pun diberikan honor dan dana untuk bahan bakar minyak, sehingga tidak ada alasan lagi untuk tidak keliling.
"Sejauh ini kita baru punya empat unit, tapi di tahun anggaran 2020 ini akan ada pengadaan lagi sebanyak tiga unit untuk penambahan. Dan target kita ke depan setiap kecamatan bisa mempunyai bentor, hanya saja karena keterbatasan anggaran kita berharap pemerintah pekon inisiatif melalui dana desa untuk membeli bentor juga dalam rangka mendukung program pak bupati terkait literasi," paparnya. (*)
Berita Lainnya
-
Kesbangpol Lampung Barat Buka Pendaftaran Paskibraka 2026, Ini Syarat dan Jadwal Lengkapnya
Jumat, 13 Februari 2026 -
Ancaman Bencana Mengintai, ASN Lampung Barat Didorong Jadi Garda Terdepan Jaga Lingkungan
Jumat, 13 Februari 2026 -
Anggaran Dipangkas Rp 167 Miliar, Bupati Lambar Tegaskan Infrastruktur, Kesehatan dan Pendidikan Tetap Prioritas
Kamis, 12 Februari 2026 -
Proyek Irigasi Rp37,7 M di Lampung Barat Diduga Belum Kantongi Dokumen Lingkungan Lengkap
Kamis, 12 Februari 2026









