Pipa Aliran Limbah Produksi Tempe Rusak, Warga Yosodadi Keluhkan Bau tak Sedap
Terlihat warga menunjukan pipa limbah cair dari produksi tempe yang rusak. Selasa (4/2/2020). Foto: Johansyah/kupastuntas.co
Metro - Warga Jalan Koi dan Jalan Gurame di RT 01 RW 01 Kelurahan Yosodadi, Kecamatan
Metro Timur meminta kerusakan sambungan pipa limbah cair produksi tempe di
wilayah setempat untuk segera diperbaiki.
Pasalnya, akibat kerusakan pipa aliran limbah cair tersebut
menimbulkan bau tak sedap yang mengganggu kenyamanan warga.
Warga setempat, Rubiyo mengatakan, kerusakan pipa
aliran limbah cair produksi tempe milik warga setempat rusak sejak 26 Januari lalu.
"Rusaknya sudah beberapa hari ini, tapi belum
juga diperbaiki oleh pemiliknya. Padahal limbahnya menimbulkan bau tak
sedap," katanya, Selasa (4/2/2020).
Menurut warga, kerusakan pada sambungan pipa saluran
pembuangan limbah tersebut dikarenakan derasnya aliran air pada saat turun hujan
beberapa waktu lalu.
"Rusaknya karena hujan. Sambungan putus jadi
limbahnya mengalir di drainase," ujarnya.
Warga berharap, pengelola produksi tempe setempat
segera melakukan perbaikan pada sambungan pipa aliran limbah cair yang rusak
itu.
"Kami tidak melarang sesama warga mau usaha apa,
namanya mencari rezeki. Tapi kalau ada kerusakan yang menimbulkan dampak
lingkungan seperti ini ya mohon segera diperbaiki," harap warga.
Sementara, pengelola produksi tempe setempat, Jumadi,
mengaku bersedia melakukan perbaikan pada sambungan pipa saluran limbah yang
mengalami kerusakan.
"Kami bersedia melakukan perbaikan, bahkan
material seperti pipa, paku, semen dan lainnya sudah kami siapkan. Tapi kalau
diperbaiki sekarang kan musim hujan. Nanti percuma, kalau diperbaiki terus
rusak lagi ketika turun hujan," kilahnya.
Menurutnya, untuk melakukan perbaikan pada sambungan
saluran pembuangan limbah cair tersebut membutuhkan waktu yang pas supaya bisa
bertahan lama.
"Nunggu musim panas beberapa hari dulu. Karena
saya khawatir, kalau diperbaiki sekarang besok rusak lagi," tandasnya.
Sementara dari pantauan di lokasi, air limbah produksi
tempe tersebut berakhir di saluran irigasi atau ledeng yang terdapat sekitar
200 Meter dari lokasi pabrik di Jalan Lele RT 03 RW 01 Kelurahan Yosodadi.
Air limbah tempe tersebut mengalir melewati sambungan
pipa berdiameter kurang lebih 100 mm yang kini kondisinya putus dan akibatnya
air limbah keluar melalui saluran air di wilayah pemukiman warga. (*)
Berita Lainnya
-
Usulan Pembangunan Hilang, Warga Banjarsari Ancam Demo Pemkot Metro
Kamis, 15 Januari 2026 -
DPRD Desak Pemkot Tepati Janji, Pembangunan Kantor Kelurahan Banjarsari Diminta Jadi Prioritas 2026
Kamis, 15 Januari 2026 -
Satpol PP Metro Bakal Surati Provider Internet Pasang Banner Promosi di Pohon
Kamis, 15 Januari 2026 -
Aspirasi Relawan BPBD Langsung Dijawab Wali Kota di Musrenbang Yosodadi
Selasa, 13 Januari 2026









