Viral Video Pasien BPJS Meninggal di Lorong RSUDAM, Begini Tanggapan Pihak Rumah Sakit
Direktur pelayanan RSUDAM dr. Pad Dilangga (kiri) saat memberikan tanggapan terkait video viral tersebut. Foto: Sri/kupastuntas.co
Bandar Lampung - Beredar viral video yang menggambarkan kepedihan keluarga pasien peserta Badan Pengelola Jaminan Kesehatan (BPJS) setelah kehilangan salah satu anggota keluarganya di Rumah Sakit Umum Daerah Abdoel Moeloek (RSUDAM). Pasien tersebut diketahui meninggal dunia pada Senin (10/02/2020) petang sekitar pukul 15.00 WIB.
Pasien tersebut diketahui berinisial MR (21), merupakan warga Palas Pasemah, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan.
Atas hal itu, kupastuntas.co mengonfirmasi ke pihak rumah sakit terkait video viral tersebut.
Direktur pelayanan RSUDAM dr. Pad Dilangga mengatakan, pasien tersebut merupakan rujukan dari RSUD Bob Bazar dengan diagnosa, Dernam Berdarah, Diare dan Hepatitis (Infeksi Hati).
"Pasien masuk IGD pada hari minggu sore, dan kondisi pasien dalam keadaan sakit berat, gelisah, sesak nafas dirawat di ruang HCU, dengan perhatian penuh," ungkapnya saat ditemui di ruang humas, Selasa (11/2/2020).
Menurutnya, pada pasien sudah dilakukan penatalaksanaan sesuai dengan kondisi pasien dan langsung dikonsulkan ke salah satu dokter, yaitu dr. Riki. Kemudian pasien mendapatkan rencana therapi tranfusi darah lengkap 2 kantong, tranfusi trombosit 10 kantong, dan diobservasi secara ketat.
"Pada hari Senin pasien alih rawat ke ruangan bougenvile, terapi dilanjutkan terapi tranfusi sesuai intruksi. Dan dilakukan visit oleh dr Riki, didiagnostic demam berdarah dengan ensefalopati, infeksi berat disertai Uremia dan asma Eksaserbasi," paparnya.
Menurutnya, karena kondisi pasien tersebut semakin parah, maka dr.Riki melakukan edukasi kepada keluarga pasien untuk dilakukan pemindahan ruangan rawat khusus penyakit dalam.
Kemudian, kata dr. Pad Dilangga, pada pukul 16.00 WIB pasien ditransfer ke ruang Nuri. Sesampai di depan kamar ruang Nuri, pasien sudah ditunggu oleh perawat untuk tatalaksana selanjutnya.
"Tetapi pasien mendadak kejang dan perawat segera melakukan tindakan, tetapi keluarga pasien tiba-tiba marah, memegang dan memukul petugas serta mencabut selang oksigen yang masih terpasang di pasien. Sehingga mengganggu proses penanganan kegawatdaruratan pasien tersebut, yang berakibat pasien tersebut tidak tertolong, dan pasien dinyatakan meninggal," terangnya. (*)
Berita Lainnya
-
Bupati Hamartoni Tekankan Peran Strategis MUI sebagai Perekat Persatuan di Lampung Utara
Kamis, 12 Februari 2026 -
Pemprov Lampung-KPK Perkuat Tata Kelola, Lampung Naik ke Peringkat 5 Nasional MCSP
Kamis, 12 Februari 2026 -
Isu Penghapusan TKBM Mengemuka, Wamenaker: Manusia Tak Bisa Diganti Robot
Kamis, 12 Februari 2026 -
FKMPB Soroti Akses Sekolah dan Infrastruktur di Panjang Bandar Lampung
Kamis, 12 Februari 2026









