Taman Dipangga, Riwayatmu Kini
Kondisi Taman Dipangga yang kini sepi pengunjung dan terabaikan. Foto: Tampan/kupastuntas.co
Bandar Lampung - Kota Bandar Lampung memiliki beberapa taman atau Ruang Terbuka Hijau (RTH), seperti PKOR Way Halim, Taman Gajah Enggal, Lapangan Kalpataru dan sebagainya. Namun ada satu taman yang dulunya indah dan ramai dikunjungi, kini jadi sepi dan terabaikan. Dia adalah Taman Dipangga.
Taman yang berada di Telukbetung Selatan ini dibangun pada tahun 1981. Dulunya memiliki Prasasti Marmer yang mengisahkan tentang sejarah letusan Gunung Krakatau di tahun 1883. Dikelilingi patung gajah, patung beruang, patung badak, dan pepohonan rindang beserta rerumputan hijau. Bahkan fasilitas rekreasi tersedia.
Sayangnya seiring berjalannya waktu, taman ini semakin tidak terawat. Tak ada lagi pepohonan yang asri dan patung-patung sudah tidak ada. Bahkan plang ‘Taman Dipangga’ pun sudah tidak ada karena rusak. Entah dimakan umur, atau karena tangan-tangan jahil. RTH ini pun seperti benar-benar terabaikan.
Pantauan Kupastuntas.co, Selasa (19/2/2020) di lokasi Taman Dipangga, terparkir berbagai jenis kendaraan roda empat. Di sisi kanan taman juga banyak kendaraan yang terparkir. Sementara di tengah taman ada juga lapak-lapak pedagang yang sedang tutup.
Di tengah taman ada satu pohon yang sangat besar. Namun di sekitarnya tampak sisa-sisa pepohonan yang sudah ditebang. Sementara Monumen Mercusuar Kapal yang menjadi ikon taman ini memang masih berdiri kokoh. Namun lokasi disekitarnya seolah sudah tidak terurus.
Pengunjungnya pun kini sudah sangat sepi tidak seperti beberapa tahun sebelumnya. Hanya ada satu orang warga yang tampak sedang asyik mengisap rokok di bawah pohon.
Tak dapat dipungkiri, kondisi Taman Dipangga yang kini berubah derastis salah satunya karena alih fungsi lahan yang dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung di tahun 2017 lalu. Di mana saat itu, pemkot mengubah sebagian besar Taman Dipangga menjadi lahan parkir untuk Markas Polda Lampung. Berbagai fasilitas di taman pun terpaksa dihancurkan untuk perubahan fungsi lahan tersebut. (*)
Berita Lainnya
-
Prodi Sastra Inggris Universitas Teknokrat Indonesia Terima Kunjungan Edukatif SMA IT Permata Bunda Bandar Lampung
Minggu, 17 Mei 2026 -
Mahasiswa Terbaik Universitas Teknokrat Indonesia Raih Juara Putri Hijabfluencer Lampung 2026, Siap Wakili Lampung ke Tingkat Nasional
Minggu, 17 Mei 2026 -
CoE Metaverse Universitas Teknokrat Indonesia Gelar Pengabdian kepada Masyarakat 'AI for Metaverse Creation' di SMKN 2 Bandar Lampung
Minggu, 17 Mei 2026 -
Mahasiswa Universitas Teknokrat Lahirkan Inovasi PLTB Archimedes 3 Sudu untuk Penerangan UMKM Gunung Kunyit
Sabtu, 16 Mei 2026








