• Jumat, 10 April 2020

Tiga Pohon Tumbang di Bandar Lampung, Kadis Pertanian: Sudah Dicek Setiap Hari

Kamis, 20 Februari 2020 - 20.02 WIB - 42

Dua unit mobil dan sebuah motor tertimpa pohon tumbang akibat angin kencang di Jalur Dua Palapa, Telukbetung Selatan, Bandar Lampung, Kamis (20/2/2020). Foto: Sri/kupastuntas.co

Sri

Bandar Lampung - Terkait peristiwa tiga pohon tumbang yang hari ini terjadi di Kota Bandar Lampung yang disebabkan angin kencang dan tuanya umur pohon tersebut, mendapat tanggapan dari Kepala Dinas (Kadis) Pertanian Kota Bandar Lampung, Agustin.

Agustin menganggap pihaknya sudah melakukan pengecekan dan pemangkasan pada pohon yang menurutnya memang harus dilakukan pemangkasan.

"Tapi yang jelas kami setiap hari sudah melakukan pemangkasan dan penebangan. Dan penebangan ini dilakukan jika pertama tidak layak tumbuh, kemudian sudah membahayakan, tetapi jika tidak membahayakan itu kita pangkas," ungkapnya saat dikonfirmasi, Kamis (20/2/2020).

Namun menurutnya, ada satu persoalan pada saat ingin dilakukan penebangan pohon, yang mana Dinas Pertanian harus berkoordinasi terlebih dahulu dengan pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN).

"Nah terkadang PLN nggak sinkron dengan jadwal kita, misalkan hari ini kita bisa taunya dia (PLN) nggak bisa," kata Agustin.

Dirinya menjelaskan, bahwa di Bandar Lampung sendiri ada puluhan ribu pohon, akan tetapi pohon yang sudah tinggi sekitar ribuan.

"Kalau pohon kedondong mau kita habisin karena bahaya kalau kedondong ini dan langsung kita ganti dengan tanaman yang lain untuk penghijauan dalam rangka udara kita seggar," tutrnya.

Dan yang rubuh di jalur dua Palapa, Telukbetung Selatan, menurutnya itu tadinya ada lima pohon yang besar dan sudah tua.

"Kita tebang tiga pohon dan tinggal dua satu yang rubuh ini, dan satu lagi sudah kita tebang juga tadi karena sudah condong," imbuhnya.

Masih dikatakan Agustin, sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), pihaknya tidak bisa sembarang pohon dilakukan penebangan dikarenakan dalam rangka penghijauan juga, terkecuali yang sudah membahayakan.

"Setiap hari kita jalan untuk melakukan pengecekan dan pemangkasan, dan juga dibantu dari kecamatan kelurahan dan juga masyarakat membantu kita. Ada juga laporan dari masyarakat, itu langsung kita tindaklanjuti," pungkasnya. (*)

  • Editor : Erik Handoko