Depresi, Paijan Bakar Rumah Sendiri
Foto: Ist.
Lampung Selatan - Diduga mengalami depresi, Paijan (45) warga Dusun Kupangcurup, Desa Tanjungratu, Kecamatan Katibung, membakar rumahnya sendiri, Sabtu (22/2) malam.
Paijan tampak tidak peduli dengan tindakannya. Padahal di dalam rumah tersebut terdapat istrinya, Sugiarti (40) dan seorang anaknya yang sedang sakit.
Dari penuturan sang istri, kejadian bermula saat dirinya usai melaksanakan shalat Magrib. Tiba-tiba Paijan yang sedang membawa hewan peliharaannya masuk ke kandang memarahi Sugiarti. "Dia ngomong bahwa hewan peliharaannya itu lebih berharga dibanding keluarganya," kata Sugiarti.
Melihat gelagat Paijan yang tampak aneh karena menenteng golok, Sugiarti pun membawa sang anak untuk berlari ke rumah salah seorang tetangganya.
Pada saat yang bersamaan, Paijan pun mengambil bensin sisa dari mesin senso dan membakar rumahnya sendiri. Aksi tersebut sempat dicegah oleh sejumlah warga, namun Paijan mengancam warga dengan menggunakan senjata tajam.
"Jadi warga yang berupaya hendak memadamkan api, mau dibacok juga oleh Paijan, sehingga rumah itu terbakar begitu saja," kata Sugiarti.
Sekitar pukul 22.00 WIB petugas Kepolisian Sektor Tanjungan dan anggota Kodim 0421 Lampung Selatan tiba di TKP dan hendak mengamankan Paijan, namun Paijan menolak dan ingin melihat sambil menunggu rumahnya terbakar sampai habis.
Sampai sekitar 22.30 WIB, Paijan bersedia diajak berbicara dan komunikasi lalu dibawa ke Mapolsek Tanjungan. api akhirnya dapat dipadamkan sekitar pukul 23.00 WIB. Proses pemadaman pun dilakukan oleh warga secara bersama-sama.
Belum diketahui secara pasti berapa nilai kerugian pasca Paijan membakar rumahnya. Namun dari informasi yang diterima, selain bangunan rumah yang terbakar, sijago merah juga membakar 2 unit sepeda motor dan beberapa surat berharga lainnya.
Dari penuturan salah seorang warga, Paijan diduga mengalami depresi dan mengidap kelainan. Pasalnya, aksi membakar rumah sendiri ini bukan pertama kali dilakukan oleh Paijan.
"Iya, sudah dua kali Paijan membakar rumahnya sendiri. itu dilakukannya apabila dirinya marah atau merasa tersinggung," kata warga setempat. (*)
Berita Lainnya
-
Wamen Investasi dan Hilirisasi Todotua Pasaribu: PTPN I Paling Siap Dukung Ketahanan Energi
Rabu, 10 Juni 2026 -
Pesta Pernikahan di Lampung Selatan Diserbu Tawon Vespa, Tamu Undangan Kocar-kacir
Selasa, 09 Juni 2026 -
Jatuh dari Kapal di Selat Sunda, Warga Lampung Utara Bertahan Semalaman di Laut dan Selamat di Pulau Penjurit
Jumat, 05 Juni 2026 -
Inspektorat Lamsel Ungkap Pegawai Dinkes Terima Rp 3 Juta Tiap Bendahara Puskesmas
Kamis, 04 Juni 2026








