• Selasa, 07 April 2020

Bacalon Rycko Menoza Kunjungi Kantor Kupas Tuntas

Kamis, 27 Februari 2020 - 17.24 WIB - 12

Bakal Calon Wali Kota Bandar Lampung Rycko Menoza (kanan) bersama Direktur Utama Kupas Tuntas Donald Harris Sihotang (kiri) saat Talkshow Bung Kupas di studio Kupas TV kantor Kupas Tuntas, Kamis (27/2/2020). Foto: Erik/kupas Tuntas

Bandar Lampung – Bakal Calon (Bacalon) Wali Kota Bandar Lampung Rycko Menoza mengunjungi kantor Kupas Tuntas di Jalan Turi Raya, Gang Perintis Nomor 101, Kecamatan Tanjung Senang, Bandar Lampung, Kamis (27/2/2020).

Kehadiran Rycko tersebut dalam rangka silaturahmi menjelang pencalonan dirinya pada pemilihan wali kota (Pilwakot) Bandar Lampung tanggal 23 September 2020 mendatang. 

Silaturahmi itu juga dibalut dengan obrolan hangat bersama Direktur Utama Kupas Tuntas Donald Harris Sihotang S.E., M.M, di studio Kupas TV.

Dalam obrolan bertajuk “Talkshow Bung Kupas”, Rycko Menoza sedikit berbagi cerita seputar pencalonannya di Pilwakot Bandar Lampung.

Menurut Rycko, Kota Bandar Lampung yang merupakan wajah dari Provinsi Lampung harus bisa bersaing dengan kota-kota besar lainnya di Indonesia, sehingga masih banyak yang perlu dibenahi.

Melalui tagline yang dimilikinya yakni Bandar Lampung BARU yang merupakan singkatan dari B= Bersih, A= Aman, R= Religius, U= Unggul, Rycko berharap hal itu dapat terwujud ketika dirinya nanti menjadi wali kota Bandar Lampung.

“Karena saya sebagai warga Bandar Lampung tentu ingin Kota Bandar Lampung menjadi lebih baik lagi ke depan. Bandar lampung BARU semoga bisa menjadi solusi dan apa yang menjadi harapan masyarakat terpecahkan,” ujar Rycko merasa optimis.

Seperti persoalan bencana banjir, menurutnya disebabkan curah hujan yang terus menerus tetapi tidak disertai ketersediaan kawasan resapan air. 

“Bandar Lampung terdiri dari beberapa bukit tetapi saat ini banyak bukit gundul dan menjadi bangunan perumahan yang akibatnya tidak ada lagi resapan sehingga air mengalir ke bawah dan dampak pada masyarakat yang berada di dataran rendah,” jelasnya. 

Termasuk juga dengan kondisi drainase yang seharusnya bisa diperdalam agar ketika terjadi curah hujan yang tinggi air tidak meluap. 

“Harusnya sudah diantisipasi bagaimana ketika musim kemarau drainase bisa didalamkan dan dilebarkan,” tukasnya. (*)

  • Editor :