• Jumat, 10 April 2020

Wali Kota Pairin Pimpin Musrenbang Tingkat Kota Metro

Kamis, 27 Februari 2020 - 15.41 WIB - 41

Wali Kota Metro Achmad Pairin menandatangani perencanaan pembangunan Kota Metro tahun 2021 yang disaksikan oleh Wakil Gubernur Lampung, Chusnunia Chalim dilaksanakan di gedung Wisma Haji Al- Khairiyah, Kamis (27/2/2020).

Metro - Pemerintah Kota (Pemkot) Metro menyelenggarakan musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) tingkat Kota, di gedung wisma Haji Al- Khairiyah, Kamis (27/2/2020). 

Acara yang dipimpin oleh Wali Kota Metro Achmad Pairin, dihadiri Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Lampung Taufik Hidayat, Wakil Wali Kota Metro Djohan, Kepala OPD, Camat, Lurah, RT/RW se-Kota Metro.

Taufik Hidayat Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Provinsi Lampung mengingatkan bahwa cara pandang bersama dibutuhkan untuk mewujudkan sasaran pembangunan. Kontribusi antara Pemkot, Kecamatan, Desa dan Kelurahan, hingga antar jenjang pemerintahan menjadi kunci keberhasilan bersama.

“Saya berpesan agar dalam penyusunan RKPD 2021 benar-benar melihat kebutuhan perekonomian yang terjadi, sehingga Kota Metro mampu menopang pembangunan yang inklusif, di kota maupun provinsi. Untuk itu, mari kita cermati bersama masalah yang terjadi kedepannya,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Metro Achmad Pairin dalam sambutannya menegaskan bahwa visi kota wisata keluarga merupakan suatu cita-cita untuk mewujudkan masyarakat menjadi sejahtera sejak 10 tahun lalu. Seperti yang diketahui wisata sebagai kebutuhanmasyarakat sekitar maupun dari luar, maka perlu diperhatikan kearifan lokal di daerah tersebut.

“Kerja kita belum selesai, masih ada satu tahun ke depan untuk menyelesaikan dan mewujudkan janji-janji kami yang belum terealisasi hingga 2021, melalui dana APBD Provinsi Lampung maupun APBD Kota,” ujarnya.

Pairin pun menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi kota tahun 2019 adalah 5,69 berada di atas rata-rata provinsi yang hanya sebesar 5,25 dan nasional hanya 5,17. 

Adapun tingkat kemiskinan pada tahun 2019 sebesar 8,68 berada di bawah rata-rata provinsi sebesar 12,62 dan secara nasional 9,22. Pencapaian tersebut bukan karena hebatnya Pemda tetapi hasil kerja sama seluruh masyarakat. 

"Hari ini kita harus lebih baik dari hari kemarin dan hari ke depan lebih baik dari hari-hari selanjutnya. Saya berharap 2021 mendatang akan memberikan kesejahteraan kepada masyarakat sesuai apa yang sudah disepakati bersama," tandasnya. (*)


  • Editor :