• Minggu, 03 Juli 2022

Penderita DBD di Metro Tembus 600 Kasus

Minggu, 15 Maret 2020 - 18.15 WIB
60

Ilustrasi

Metro-Pemerintah Kota (Pemkot) Metro mencatat sejak Januari hingga saat ini sda sekitar 600 kasus demam berdarah dengue (DBD) yang sudah terjadi. Data itu didapat dari seluruh rumah sakit baik milik pemerintah maupun swasta di Bumi Sai Wawai.

"Sampai saat ini data yang diterima ada lebih dari 600 kasus DBD, dan 400 kasus adalah suspect," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Metro A Nasir AT, Minggu (15/3/2020).

Ia menjelaskan, penderita DBD bukan hanya berasal dari Kota Metro, namun juga dari kabupaten lainnya seperti Lampung Tengah dan Lampung Timur yang dirawat di rumah sakit setempat.

"Kalau warga kota Metro ada sekitar 100 kasus suspect DBD, namun untuk yang positif saya belum tahu pasti datanya. Total 600 kasus yang terdata di kita,"terangnya.

"Belum KLB kalau di Metro, karena cuma sedikit juga," ucapnya. Ia menambahkan, Pemkot terus melakukan upaya penanganan DBD dengan terus melakukan sosialisasi gerakan 3M (Menutup, menguras dan mendaur ulang). (*)

 

Editor :
Metro-Pemerintah Kota (Pemkot) Metro mencatat sejak Januari hingga saat ini sda sekitar 600 kasus demam berdarah dengue (DBD) yang sudah terjadi. Data itu didapat dari seluruh rumah sakit baik milik pemerintah maupun swasta di Bumi Sai Wawai.

"Sampai saat ini data yang diterima ada lebih dari 600 kasus DBD, dan 400 kasus adalah suspect," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Metro A Nasir AT, Minggu (15/3/2020).

Ia menjelaskan, penderita DBD bukan hanya berasal dari Kota Metro, namun juga dari kabupaten lainnya seperti Lampung Tengah dan Lampung Timur yang dirawat di rumah sakit setempat.

"Kalau warga kota Metro ada sekitar 100 kasus suspect DBD, namun untuk yang positif saya belum tahu pasti datanya. Total 600 kasus yang terdata di kita,"terangnya.

"Belum KLB kalau di Metro, karena cuma sedikit juga," ucapnya. Ia menambahkan, Pemkot terus melakukan upaya penanganan DBD dengan terus melakukan sosialisasi gerakan 3M (Menutup, menguras dan mendaur ulang). (*)

 

Berita Lainnya

-->