RSUD Ahmad Yani Metro Rawat Satu Pasien Suspect Corona, 136 Lainnya Dalam Pengawasan
Sekertaris Daerah (Sekda) Kota Metro, Nasir AT dalam Konferensi Pers yang didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Ria Andari di ruang kerja Wali Kota Metro Achmad Pairin, Senin (16/03/2020). Foto: Johansyah/Kupastuntas.co
Metro - Pemerintah Kota (Pemkot) Metro menginformasikan bahwa Rumah Sakit Umum Daerah Ahmad Yani (RSUDAY) merawat satu orang pasien suspect Covid-19 atau Corona. Dan Sebanyak 136 lainya dalam pengawasan.
Hal itu ditegaskan Sekertaris Daerah (Sekda) Kota Metro, Nasir AT dalam Konferensi Pers yang didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Ria Andari di ruang kerja Wali Kota Metro Achmad Pairin, Senin (16/3/2020).
Nasir mengungkapkan bahwa seorang pasien yang diduga terinfeksi Covid-19 dan kini menjalani perawatan intensif di RSUDAY tersebut adalah seorang laki-laki berusia 38 tahun warga Kecamatan Metro Kibang, Lampung Timur.
"Benar, satu pasien dalam pengawasan. Itu warga Metro kibang, sekarang dirawat isolasi kita. Kemarin satu orang pasien dalam pengawasan ini sudah kita tes air liurnya dan sudah kita kirim ke jakarta, karena di jakarta yang bisa menentukan sudah kena virus atau belum," kata Nasir.
Ia mengungkapkan bahwa pasien terduga Corona tersebut memiliki riwayat perjalanan ke negara Thailand. Pasien tersebut telah dirawat diruang isolasi RSUDAY sejak Minggu 15 Maret 2020. "Riwayat perjalanannya dari daerah yang terinfeksi di luar negeri, Thailand. Terhitung dari kemarin pasien ini sudah dirawat. Kondisi pasien pada hari ini umumnya baik, dengan tekanan darah 130/80, suhu 37,2 derajat celcius, leokosit 7.480 dan batuk sudah mulai berkurang. Dan hasil lab dari Jakarta kita tunggu 2 hari lagi," ujar Sekda.
Selain satu pasien yang telah diisolasi, Sekda juga merilis sebanyak 136 orang yang masuk dalam pengawasan di Kota Metro. "Orang dalam pengawasan atau ODP di metro ada 136, yang pernah jalan-jalan keluar negeri, termasuk ratusan mahasiswa yang baru pulang itu. Dan saat ini mereka ada di rumah, semua dalam pengawasan kita," ucapnya.
Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik serta mengurangi aktivitas di keramaian. Tak hanya itu, ia juga mengajak warga untuk menerapkan pola hidup sehat. "Kita juga menghimbau seluruh instansi pemerintah untuk menyediakan sarana dan prasarana cuci tangan. Kita imbau masyarakat untuk tidak panik, melakukan pola hidup sehat dan berdoa," tandasnya.(*)
Berita Lainnya
-
Tommy Gunawan: Penyiraman Air Keras Terhadap Aktivis KontraS Ancaman Serius bagi Demokrasi
Sabtu, 14 Maret 2026 -
Jelang Lebaran, Pemkot Metro Monitoring Harga dan Stok Pangan di Sejumlah Pasar
Jumat, 13 Maret 2026 -
Kisruh Anggaran Media Rp200 Juta di Metro, Rozi Fernando Desak APH Periksa Anggaran Diskominfotik
Jumat, 13 Maret 2026 -
Kritik Pinjaman ke Bank Lampung, Anggota DPRD Metro Siap Lepas Fasilitas Bantu Bayar Bunga
Kamis, 12 Maret 2026



