• Kamis, 04 Juni 2020

Disinfektan Langka di Lamtim, Bayclin Jadi Bahan Pengganti

Selasa, 24 Maret 2020 - 15.11 WIB - 238

Kepala pasar Desa Brajaharjosari, Faisol semprot lokasi pasar tradisional, Selasa (24/3/2020). Foto: Agus/Kupastuntas.co

Lampung Timur - Tidak adanya bahan disinfektan pabrikan, sehingga Kepala Desa Brajaharjosari, Kecamatan Brajaselebah, memanfaatkan pembersih pakaian untuk dijadikan disinfektan guna penyemprotan di lokasi pasar tradisional, Selasa (24/3/2020).

Penyemprotan dilakukan selama tiga hari (senin, selasa dan Rabu). Objek yang menjadi sasaran yaitu semua Ruko dan bidak-bidak tempat dagang seperti di lokasi pedagang sayuran, ikan dan makanan.

Menurut Kepala Desa Brajaharjosari, Suryanto, penyemprotan disinfektan dilakukan karena merebaknya wabah virus Corona. Namun ironis, bahan disinfektan yang digunakan hanya memanfaatkan pembersih baju yaitu bayclin dan Soclin, hal itu dilakukan karena langkanya disinfektan di sejumlah apotek. "Dari pemerintah juga tidak ada kiriman disinfektan, makanya kami menggunakan bahan seadanya," ujarnya.

Penyemprotan yang dilakukan di lokasi pasar seluas 1,5 hektare dan 200 Ruko tersebut, dilakukan oleh dua orang, salah satunya kepala pasar Desa Brajaharjosari, Faisol. "Kami lakukan atas inisiatif kami karena untuk melakukan antisipasi merebaknya virus Corona, tidak cukup dengan sosialisasi melainkan harus ada tindakan," kata Faisol.

Lanjutnya, selama merebaknya wabah virus corona di tempat-tempat umum di Kecamatan Brajaselebah belum ada penyemprotan disinfektan yang dilakukan oleh pemerintah. "Anggaran penyemprotan kami ambil dari uang kas pasar Desa Brajaharjosari," terangnya.

Sementara itu salah seorang pedagang sayuran di pasar tradisional, yang mengaku bernama Sumarsih mengatakan, dirinya sangat nyaman setelah adanya kepedulian Pamong Desa yang melakukan penyemprotan terkait dengan merebaknya wabah corona. "Was-was pasti, dan hampir kita tidak jualan karena takut, namun setelah adanya penyemprotan dari Pamong Desa kami sudah merasa nyaman," kata Sumarsih. (*)

  • Editor : Didik Tri Putra Jaya