• Selasa, 07 April 2020

PDP Corona di Lampung Kini Berjumlah 11 Orang

Rabu, 25 Maret 2020 - 15.06 WIB - 147

Update situasi kasus virus corona di Provinsi Lampung. Foto: Ist

Bandar Lampung - Dinas Kesehatan Provinsi Lampung kembali merilis jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19. Hingga hari ini, jumlah PDP yang sedang mendapatkan perawatan intensif berjumlah 11 orang, Rabu (25/3/2020).

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi Lampung yang dirilis pada, Selasa (24/3/2020), jumlah PDP Corona mencapai delapan orang. "Hari ini ada penambahan PDP sebanyak tiga orang, dan totalnya saat ini ada 11 orang," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Reihana, melalui pesan whatsapp.

Dari 11 PDP tersebut tersebar di beberapa rumah sakit yang berbeda, berikut datanya :

1. Laki-laki usia 62  tahun warga Bandar Lampung, merupakan pasien yang sudah terkonfirmasi positif Covid-19 yang yang sedang di isolasi di Rumah Sakit Umum Daerah Abdoel Moeloek (RSUDAM). "Alhamdulilah pasien positif ini dalam keadaan membaik dan stabil," kata Reihana.

2. Perempuan usia 2,5 tahun warga Bandar Lampung dirawat di RSUDAM.

3. Perempuan usia 4 tahun warga Bandar Lampung dirawat di RSUDAM.

4. Laki- laki usia 35 tahun warga Bandar Lampung dirawat di RSUDAM.

5. Laki-laki usia 35 tahun warga Bandar Lampung, dirawat di RSUDAM.

6. Laki- laki usia 54 tahun warga Bengkulu dirawat di RS Bob Bazar Kalianda.

7. Laki-laki usia 2,5 tahun warga  Lampung Timur, dirawat di RS Ahmad Yani Metro.

8. Laki-laki usia 54 tahun, warga  Bandar Lampung, di rawat di RSUDAM.

9. Perempuan usia 10 tahun, warga Lampung Selatan, dirawat di RS Bob Bazar Kalianda.

10. laki-laki usia 10 bulan, warga  Bandar Lampung, dirawat di RS Urip Sumoharjo.

11.Perempuan usia 7 tahun, warga Bandar Lampung, dirawat di RS Bunda Assyfa.

Dari 11 PDP tersebut, delapan diantaranya sudah diambil swab (cairan tenggorokan) dan masih menunggu hasil dari Kementrian Kesehatan.

Reihana juga mengingatkan kepada warga Lampung, tidak perlu panik yang berlebihan, karena PDP belum tentu positif Covid-19. "Mereka sudah mendapat perawatan dan pengawasan yang intensif, jadi jangan panik namun tetap sosial distancing," singkatnya. (*)

  • Editor : Didik Tri Putra Jaya