• Rabu, 27 Mei 2020

Pemkab Pesawaran Tambah Anggaran Penanggulangan Covid-19 Jadi Rp 8 Miliar

Minggu, 05 April 2020 - 11.26 WIB - 29

Pemkab Pesawaran saat membagikan APD bagi sejumlah Puskesmas dan RSUD Pesawaran, Minggu (05/04/2020). Foto: Reza/Kupastuntas.co

Pesawaran - Pemerintah Kabupaten Pesawaran siapkan anggaran untuk penanggulangan Covid-19 sebesar Rp 8 Miliar, hal ini diungkapkan oleh Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona, Minggu (05/04/2020). 

"Ya, untuk penanganan Covid-19, kita sebelumnya telah menyiapkan Dana Siap Pakai (DSP)  sebesar Rp3 miliar lebih, kemudian karena ada kebijakan Pemerintah pusat untuk melakukan realokasi anggaran untuk kegiatan yang belum prioritas seperti perjalanan dinas, makan dan minum rapat dan yang lainnya untuk penanggulangan Covid-19, sehingga terkumpul Rp 5,2 Miliar, jadi total yang kita siapkan sebanyak Rp8 milyar lebih," ungkapnya. 

Menurutnya, anggaran tersebut digunakan untuk kegiatan penanggulangan Covid-19. "Semua jajaran baik itu Pemkab Pesawaran, TNI dan Polri, semua sudah turun baik itu memberikan himbauan untuk melakukan Social Distancing, serta penyemprotan Disinfektan disejumlah fasilitas umum serta penyediaan Alat Pelindung Diri (APD)," ujarnya. 

Disinggung terkait ketersediaan APD, dirinya menyatakan Pemkab Pesawaran terus berupaya untuk tetap menjaga ketersediaannya. "Terkait APD, Hand sanitizer, cairan desinfektan dan masker, ini sebenarnya kan memang menjadi masalah nasional karena semua daerah membutuhkan sedangkan stoknya terbatas, makanya kita selalu mencoba untuk mendapatkannya," tukasnya. 

Sementara itu, juru bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pesawaran Dr. Aila Karyus memastikan jika ketersediaan APD cukup. "Untuk APD itu kan meliputi pakaian, sepatu, masker, kacamata Google dan sarung tangan kita yakinkan cukup, tapi karena barangnya ini kan datangnya bertahap jadi kita distribusikan itu juga bertahap, karena kita tahu saat ini kebutuhan APD cukup tinggi, tapi kita pastikan cukup," ucapnya. 

Ia pun menerangkan bahwa sampai dengan saat ini pihaknya masih terus mendistribusikan APD kepada sejumlah fasilitas kesehatan Pemerintah. "Dari kemarin sudah kita mulai distribusikan ke Puskesmas dan Rumah Sakit, tapi secara bertahap, kalau datanya kurang lebih ada 200 APD yang sudah kita kirimkan ke fasilitas kesehatan," terangnya. 

Terkait kendala yang dihadapi dalam penyediaan APD, ia mengaku ini terjadi pada produsen penyedia APD. "Kalau kendala kita tidak ada, tapi produsennya yang memang cukup kewalahan dalam menyiapkan penyediaannya, karena kebutuhan yang tinggi, jadi ya mereka mendistribusikan ke kita itu secara bertahap tidak bisa sekaligus, karena harus berbagi dengan seluruh daerah yang ada di Indonesia, apalagi virus ini juga kan menyerang se-Indonesia bahkan internasional, tapi yang pasti kita akan terus berupaya untuk tetap menjaga ketersediaan APD ini," tutupnya. (*)


  • Editor : Qhasmal Qhadumi