• Sabtu, 08 Agustus 2020

Update Corona Provinsi Lampung: 13 Positif, 1.833 ODP, 37 PDP

Senin, 06 April 2020 - 21.32 WIB
149

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Reihana. Foto: Doc/Kupastuntas.co

Bandar Lampung - Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Kesehatan Provinsi Lampung kembali merilis data perkembangan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Provinsi Lampung, Senin (6/4/2020).

Dalam data tersebut, jumlah orang yang terkonfirmasi positif terinfeksi Covid-19 berjumlah 13 orang, dengan 2 orang dinyatakan sembuh dan 2 meninggal dunia.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Reihana mengatakan, pasien dengan kode 12 yang dinyatakan positif beberapa hari yang lalu merupakan hasil tracking dari pasien positif sebelumnya, berjenis kelamin perempuan, berusia 53 tahun dan sedang mendapat perawatan di Rumah Sakit Urip Sumoharjo. "Pasien ini tidak mengalami keluhan sama sekali, sebetulnya bisa dilakukan isolasi mandiri di rumah. Namun, karena warga resah jadi kita rawat di Rumah Sakit Urip Sumoharjo," katanya.

Sedangkan pasien dengan kode 13 berjenis kelami laki-laki berusia 64 tahun, dan pernah melakukan perjalanan ke Bandung pada tanggal 12 Maret 2020. "Sebelum diisolasi di RSUDAM, pasien tersebut pernah melalukan opname di Rumah Sakit Imanuell," kata Reihana.

Untuk saat ini, pihaknya sudah melakukan tracking kepada keluarga dan orang yang berkontak dengan pasien tersebut yang berjumlah 3 orang, dan semua hasil tracingnya negatif Covid-19. "Karena hasilnya sudah negatif maka tidak dilanjutkan ke pemeriksaan swab melalui tes polymerase chain reaction (PCR)," jelasnya.

Sedangkan untuk pasien dalam pengawasan (PDP) di Provinsi Lampung masih sama dengan data sebelumnya, yakni berjumlah 37 orang. Dengan rincian sebanyak 14 orang dalam tahap perawatan di rumah sakit, 7 orang berada di ruang isolasi, dan 16 orang sudah dipulangkan dengan hasil negatif.

Sedangkan untuk orang dalam pemantauan (ODP) saat ini bertambah menjadi 1.833 orang, dari yang sebelumnya sebanyak 1.530 orang. Dengan rincian sebanyak 1.209 orang sedang dalam pemantauan, sedangkan sisanya sebanyak 624 orang sudah selesai dilakukan pemantauan selama 14 hari. (*)