• Selasa, 26 Mei 2020

Mahasiswa Program Beasiswa 'Lampung Barat Hebat' Turut Berpartisipasi Lawan Corona

Jumat, 10 April 2020 - 13.22 WIB - 113

Foto: Ist.

Lampung Barat - Enam Mahasiswa Fakultas Kedokteran yang kini tercatat masih menjalani program pendidikan melalui Beasiswa kedokteran Lampung Barat Hebat ikut berpartisipasi melawan penyebaran Virus Corona atau Covid-19 melalui konsultasi.

Kesempatan konsultasi yang bertajuk Konsultasi digital secara gratis tentang Covid-19 dengan memprioritaskan layanan konsultasi bagi warga yang ada di Lampung Barat ini merupakan ujud kepedulian dan rasa cinta para mahasiswa kepada masyarakat di tanah kelahirannya bumi Skala Bekhak.

"Untuk menghadapi dan melawan penyebaran Virus Covid-19 dan sebagai wujud rasa cinta kami kepada seluruh masyarakat Lampung Barat, kami ingin berbuat dan mengabdi dengan penuh keterbatasan, kami hanya mampu berbagi tentang apa yang kami ketahui tentang Virus Corona," ujar Indah Juliantika yang menempuh pendidikan di Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta ini.

Anak pertama dari tiga saudara alumni SMA Negeri 1 liwa ini menegaskan bahwa pihaknya tidak melayani percakapan diluar konsultas tentang Covid-19. Pihak nya juga sudah menentuka waktu konsultasi yaitu mulai Senin hingga Sabtu dengan waktu mulai pukul 17.00 sampai dengan pukul 21.00 WIB.

"Beberapa hari yang lalu perwakilan dari kami melakukan kontak dan menyampaikan ingin pulang kampung untuk membantu pencegahan dan penanganan Covid-19 di Lammpung Barat, tapi tidak diizinkan oleh pak Bupati. Pak bupati meminta agar kami tetap kuliah, kalaupun mau membantu dari jauh saja," ungkap Indah, Jum'at (10/4/20).

Oleh karena itu papar Indah, tercetuslah gagasan tersebut, dengan bermodalkan pengetahuan dan ilmu yang di dapat dibangku kuliah pihaknya mencoba membantu lewat konsultasi digital Covid-19 secara gratis terkhusus kepada warga masyarakat Lampung Barat.

"Mudah-mudahan kita semua selalu dalam lindungan yang maha kuasa, dan persoalan Covid-19 yang masih kita hadapi ini segera berakhir sehingga tiada lagi kekhawatiran masyarakat untuk beraktivitas. Kami berpesan semoga tahun ini ada lagi yang menyusul kami mendapat beasiswa kedokteran, lalu pulang dan mengabdi di tanah kelahiran," pungkasnya. (*)

  • Editor : Qhasmal Qhadumi