Tim Hutama Karya Lakukan Simulasi Penanganan Covid-19 di Tol Lampung
Simulasi Petugas Medis saat evakuasi Seorang Supir yang diduga terjangkit covid 19. Foto: Ist.
Bandar Lampung - Seorang pengemudi mobil Avanza hitam secara tiba-tiba berhenti di tol Terbanggi Besar Lampung di Km140. Ternyata sopir tersebut mengalami sesak nafas dan demam tinggi. Hal itu diketahui petugas Hutama Karya penjelasan istri si sopir melalui sambungan telepon.
Tak sampai 5 menit kemudian, para petugas dari Hutama Karya dan Ditlantas Polda Lampung yang sudah siaga di beberapa titik tol langsung turun ke TKP. Pria yang mengalami sesak nafas ini diduga terjangkit covid-19 dan langsung dibawa menggunakan mobil ambulans. Sementara satu mobil derek yang dibawa oleh petugas HK juga menarik mobil avanza hitam milik warga tersebut. Sebelum diderek, terlebih dahulu seluruh bagian mobil disemprot disinfektan.
Sementara petugas medis yang menangani pria tersebut dilengkapi dengan Alat Pelindung Diri (APD). Di dalam ambulans, sopir itu langsung mendapatkan pertolongan medis yang sudah tersedia. Di sisi lain, para petugas HK bekerjasama dengan Polantas mengatur lalu lintas di jalan agar kendaraan yang melintas di tol terpeka tidak terganggu dengan proses bantuan medis kepada sopir tersebut.
Peristiwa menegangkan ini merupakan bagian dari simulasi penanganan Covid-19 di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS). Kepala Cabang Hutama Karya Ruas Terbanggi Besar-Pematang Panggang dan Kayu Agung, Yoni Satyo Wisnuwardhono mengatakan simulasi ini perlu dilakukan untuk menyiapkan para petugas di lapangan jika sewaktu-waktu ada pengemudi atau penumpang yang mengalami kejadian tersebut.
"Kami melakukan simulasi ini untuk melatih kesiapan para petugas kesehatan yang ada di jalan tol. Dengan adanya semulasi ini, petugas bisa lebih siap menghadapi pandemi Covid-19 di Jalan Tol Trans Sumatera," kata Yoni, Sabtu (18/04/2020).
Menurutnya, selain kesiapan para petugas kesehatan, juga di akan dilakukan pengamanan didekat lokasi terduga pasien Covid-19 di jalan tol. Jika ada kasus dugaan covid, maka sepanjang 200 meter harus dilakukan pengamanan. Ini sudah dilakukab protokol keselamatan penanganan Covid-19 di jalan tol
Adapun simulasi ini menggandeng dua Ditlantas, yaitu Ditlantas Polda Lampung dan Ditlantas Polda Sumatra Selatan. Yoni menjelaskan, setiap korban terduga terjangkit Covid-19 akan dilarikan kerumah sakit terdekat agar bisa mendapatkan penanganan kesehatan.
“Kita larikan ke rumah sakit terdekat dengan menggunakan ambulans kami dan di kawal oleh petugas kepolisan. Selain itu setiap petugas yang menangai korban terduga ini harus menggunakan APD lengkap," jelasnya. (*)
Berita Lainnya
-
UIN RIL - Unila Sepakati Perluas Kerja Sama di Bidang Tridarma dan Internasionalisasi
Rabu, 01 April 2026 -
UIN Raden Intan Lampung Perkuat Kemitraan Strategis dengan Itera
Rabu, 01 April 2026 -
Perkuat Sinergi Perguruan Tinggi di Lampung, Pimpinan UIN Raden Intan Lampung Kunjungi Itera dan Unila
Rabu, 01 April 2026 -
Universitas Teknokrat Indonesia Hadiri HUT Ke-62 Lampung, Tegaskan Komitmen Dukung Pembangunan Daerah
Rabu, 01 April 2026








