IPC Panjang Dukung Pelepasan Ekspor Serentak Produk Pertanian Asal lampung
IPC panjang saat melakukan video conference bersama Menteri Pertanian terkait pelepasan ekspor produk pertanian. Foto: ist.
Bandar Lampung – PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) Cabang Panjang melalui Video Conference bersama Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dan Kepala Badan Karantina Pertanian Ali Jamil akan mendukung pelepasan Ekspor serentak produk Pertanian asal Lampung yaitu Kopi, Pisang, Nanas, Cabai Jamu/Cabai Jawa (Long Paper).
Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Bandar Lampung Muh. Jumadh mengatakan, bahwa Produk Pertanian unggulan asal Lampung ini di Eksport ke berbagai Negara tujuan antara lain Italia, China dan Uni Emirat Arab.
Ia menerangkan, total Komoditi Ekspor sebesar 684.104 Kg dengan nilai ekonomi sebesar Rp 6,6 Miliar dengan rincian Kopi sebanyak 108.000 kg, Pisang dan Nanas sebanyak 562.104 kg, Cabai Jamu/Jawa 14.000 Kg.
Kegiatan ini juga dilakukan oleh 9 wilayah Karantina Pertanian diantaranya : Denpasar, Belawan, Semarang, Soekarno Hatta, Tanjung Priok, Makassar, Balikpapan dan Surabaya. Jumlah total keseluruhan mencapai 28.000 Ton dengan nilai ekonomi mencapai Rp. 753,6 Miliar ke 43 Negara dan ragam Komoditas mencapai 166 jenis.
General Manager IPC Panjang, Drajat Sulistyo menyampaikan, dengan di ekspornya produk pertanian ini membuktikan bahwa petani Lampung mampu menghasilkan Produksi ditengah kondisi pandemic Covid – 19. Hal ini tidak lepas dari peran dan dukungan berbagai unsur Instansi Pemerintahan guna tetap menjaga mata rantai Logsitik di Provinsi Lampung. (Rls)
Berita Lainnya
-
Lanjutkan Sinergi, Rektor dan Pimpinan Baru UIN RIL Audiensi dengan Walikota Bandar Lampung
Selasa, 31 Maret 2026 -
Isu Kenaikan Harga BBM Picu Antrean di Sejumlah SPBU Bandar Lampung
Selasa, 31 Maret 2026 -
Lampung Siapkan 7.855 Siswa Ikuti Kelas Migran Vokasi, 475 Peluang Kerja di Jepang Menanti
Selasa, 31 Maret 2026 -
Universitas Teknokrat Indonesia Jalin Kerja Sama dengan BRIN, Akselerasi Inovasi dan Riset Berkelanjutan
Selasa, 31 Maret 2026








