2 Hari Razia, Tim Gugus Tugas Bandar Lampung Amankan 51 Lebih 'Manusia Gerobak'
Salah seorang "Manusia Gerobak" yang sedang di data oleh Petugas Satpol PP Bandar Lampung, Minggu (10/05/2020). Foto: Sule/Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Selama dua hari melakukan razia, Sebanyak 51 orang lebih 'Manusia Gerobak' yang berkeliaran di sepanjang jalan protokol kota Bandar Lampung, terjaring razia yang dilakukan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kota Bandar Lampung.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) kota Bandar Lampung, Suhardi mengatakan, dari hari Sabtu kemarin hingga hari ini, tim yang tergabung dalam Tim Gugus Tugas Covid, berhasil menjaring sebanyak 51 "'Manusi Gerobak' yang sering mangkal di sepanjang jalan protokol yang ada di Bandar Lampung.
Langkah ini dilakukan dalam rangka menindak-lanjuti Perda nomor 3 tahun 2010 asal 13 dan asal 16, di mana disebutkan, bahwa dilarang untuk melakukan mengemis dan meminta-meminta di jalan atau pun di tempat-tempat umum. Oleh karena itu, ini juga upaya terkait tim gugus tugas mengajak masyarakat untuk tetap tinggal di rumah.
"Ini tidak hanya bagi mereka, tapi juga untuk masyarakat luas. Nah mereka ini kita amankan karena sudah melanggar imbauan negara, imbauan kapolri, imbauan gubernur dan imbauan walikota. Oleh karena itu kita harus data nanti kemudian akan kita suruh pulang," ungkapnya Minggu (10/05/2020)
Suhardi juga menjelaskan, untuk sementara, Gerobak untuk gerobaknya diamankan, hingga selesai hari raya idul Fitri.
"Nanti kita minta datang lagi, untuk bisa ngambil gerobak usai lebaran. Kita berharap jangan sampai mengulangi lagi, karena itu juga menjadi tidak bagus bagi mereka. Dan mereka juga sudah kami cek, merka termasuk warga yang sudah dibantu Pmerintah dan dibagikan beras. Mungkin ingin mencari lebih," ujarnya.
Sementara itu, salah satu tunawisma (Manusia Geobak) Suparjo mengaku, awalnya dirinya berjualan petisan. Namun karena adanya Corona, dagangannya tidak laku sama sekali. Cari kerja sana-sini tidak dapat. Terus harus bagaimana, harus mati kelaparan kah?
"Ini kena tangkap, dengan alasan ganggu jalan, padahal saya pun tidak pakai gerobak tapi ikut ketangkap. Tapi katanya nggak boleh minta-minta di sepanjang jalan. Padahal pakde ini kalau nggak di jalan itu nggak dapat makan," ungkapnya.
Dirinya juga meminta kepada pemerintah untuk memberikan solusi, karena untuk hari-hari dirinya mengaku kesulitan. Pemerintah kasih solusi bagi yang kesulitan untuk sehari-hari itu gimana.
"Mohon solusinya, jangan main tangkap sana sini nggak dikasih solusi. Kita ingin dianggap," kata dia. (*)
Berita Lainnya
-
Mahasiswa Universitas Teknokrat Lahirkan Inovasi PLTB Archimedes 3 Sudu untuk Penerangan UMKM Gunung Kunyit
Sabtu, 16 Mei 2026 -
Istri Bripka Anumerta Arya Supena Bersyukur Kasus Cepat Terungkap
Sabtu, 16 Mei 2026 -
Kenangan Rekan untuk Bripka Arya Supena, Polisi Baik yang Gugur saat Bertugas
Sabtu, 16 Mei 2026 -
Perintah Kapolda Lampung Tembak di Tempat Pelaku Begal Tuai Pro dan Kontra
Sabtu, 16 Mei 2026








