• Minggu, 12 Juli 2020

Satu Warganya Meninggal Positif Covid-19, Bupati Tanggamus Gelar Rapat dan Tinjau Kesiapan Rumah Sakit

Jumat, 22 Mei 2020 - 21.19 WIB
164

Rombongan Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Tanggamus saat meninjau RSUD Batin Mangunang. Foto: Sayuti/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Tanggamus - Pasca dinyatakannya seorang warga Kabupaten Tanggamus meninggal dunia karena positif Covid-19, dan dua kasus reaktif lainnya, membuat jajaran pejabat Pemkab Tanggamus panik.

Dinyatakannya Kabupaten Tanggamus menjadi zona kuning dengan ditemukannya seorang pasien 01 Tanggamus yang meninggal dunia, dan dua kasus reaktif, membuat Bupati Tanggamus yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19, Dewi Handajani buru-buru menggelar rapat mendadak dengan timnya, Jumat (22/05/2020).

Tidak itu saja, usai rapat, Dewi Handajani langsung meninjau kesiapan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Batin Mangunang untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan pasien dalam pengawasan (PDP).

"Kita harus siap dengan kondisi terburuk, apabila ternyata ada yang positif pasca rapid test di Pulau Panggung. Kita pelajari sebarannya, kalau seandainya memang rata-rata positif semua dan sudah menyebar kemana-mana otomatis harus kita isolasi pekon tersebut," ujar Dewi Handajani.

Dan jika dilakukan isolasi pekon yang artinya masyarakat tidak beraktifitas, lanjut Dewi, perlu langkah-langkah lebih lanjut seperti bagaimana kecukupan pangannya, bagaimana prosedur penjagaannya agar betul-betul wilayah tersebut bisa steril tidak ada mobilisasi orang keluar masuk.

"Mungkin inilah langkah-langkah yang harus kita pikirkan termasuk juga kesanggupan dan kesiapan Gugus Tugas Kabupaten Tanggamus ini terkait dengan segala permasalahan," lanjut Dewi.

Usai rapat mendadak, Dewi Handajani, Wakil Bupati, AM Syafi'i dan pejabat Forkopimda serta pejabat OPD langsung meninjau lokasi Ruang Isolasi di RSUD Batin Mangunang dan asrama  kompleks Islamic Center Kotaagung yang akan dijadikan tempat isolasi PDP.

"Selain RSUD Batin Mangunang yang memiliki 4 ruangan dengan daya tampung 42 pasien, dan Rumah Sakit Panti Secanti Gisting. Kami mempersiapkan juga gedung islamic center sebagai cadangan ruang isolasi apabila nanti ternyata memang kasus Covid-19 Kabupaten Tanggamus ini bertambah," terangnya.

Menurutnya, ruangan Isolasi disiapkan karena tidak menutup kemungkinan ada pertambahan kasus, sebab pasien 01 yang meninggal dunia sebelum dinyatakan positif Covid-19 melaksanakan kontak erat dengan sejumlah orang dan tenaga medis.

Dilanjutkan bunda bahwa, gedung Asrama Islamic Center selain disiapkan untuk menampung pasien Positif Covid-19 juga untuk para tenaga medis menginap.

"Jadi sementara menunggu, gedung Asrama ini dapat dimanfaatkan untuk menginap bagi rekan-rekan tenaga medis," ujar Bupati.

Masih kata Bupati, untuk swab test Pemkab Tanggamus kini mengirim sampel ke Laboratorium Pemerintah Provinsi Lampung. Harapannya hasil tes lebih cepat keluar.

"Saat ini Lampung sudah punya laboratorium sendiri sehingga sampel yang mau dilakukan test swab kita kirim kesana (Pemprov). Harapannya hasilnya cepat diketahui dan semakin cepat pula kita melakukan langkah langkah penanganan dan antisipasi," terang Dewi.

Kesempatan itu, Kapolres, AKBP Oni Prasetya mengatakan, terkait perayaan Idul Fitri 1441H pihaknya berharap masyarakat dapat mematuhi anjuran pemerintah guna mencegah dan penyebaran serta memutus mata rantai Covid-19.

"Kami berharap, ada kesadaran hukum yang tinggi dari masyarakat. Kami yakin dan percaya di bawah kepemimpinan Bupati Dewi Handajani sangat taat hukum," harap AKBP Oni Prasetya. (*)