Hotel Berbintang di Bandar Lampung Siapkan SOP Kesehatan
Foto: Ist.
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Beberapa hotel berbintang di Bandar Lampung kini sedang berusaha bangkit dengan sejumlah inovasi yang sesuai dengan situasi saat ini. Sudah empat hotel berbintang mulai beroperasi kembali, yakni Emersia, Sheraton, Swiss Bell Hotel dan Yuna Hotel.
Seperti hotel Emersia di Jalan Wolter Monginsidi, Bandar Lampung, yang memilih beroperasi saat pertengahan bulan Ramadan kemarin, karena menargetkan tingkat hunian hotel akan meningkat pada saat libur lebaran.
"Kami berencana buka karena melihat momen lebaran, tetapi nyatanya ya anjlok. Kami saat ini akan mencoba pada saat penerapan new normal,” ujar General Manajer Hotel Emersia, Sutisna saat dihubungi melalui telepon, Senin (1/6/2020).
Oleh karena itu, pihaknya juga mengaku tengah bersiap untuk menghadapi era new normal di masa-masa pandemi Covid-19.
"Kami berusaha meyakinkan tamu, bahwa Emersia telah menyiapkan SOP yang akan dijalankan untuk menjaga kesehatan lingkungan," katanya.
Menurutnya, untuk kamar sendiri, Emersia Hotel and Resort Bandar Lampung memang tidak membuka semua kamar. Hanya sekitar 35 sampai 50 kamar dari total 122 kamar.
Meski begitu, pihaknya juga secara ketat menjalankan protokol kesehatan di hotel sesuai dengan himbauan pemerintah. Seperti tamu harus mencuci tangan, dan kami menerapkan kawasan masker. Karyawan juga dilengkapi alat pelindung diri seperti masker, dan sarung tangan.
Selain melakukan pengukuran suhu tubuh, dan menyediakan alat cuci tangan, hotel juga menyiapkan masker bagi pengunjung. Tamu yang menginap lebih dari satu malam, akan dilakukan pengecekan suhu tubuh setiap hari. Sistem breakfast juga dirubah dengan diantarkan secara langsung ke masing-masing kamar.
"Untuk harga, memang Emersia memberikan diskon khusus untuk pengunjung tamu. Saat ini kami membuka harga hanya Rp500 ribu saja," tandasnya.
Hal senada disampaikan oleh General Manajer Swiss Bell Hotel, Fauzi yang mengatakan, mulai beroperasinya kembali kamar di Swiss Bell Hotel pada tanggal 15 Mei lalu, karena melihat peluang libur lebaran.
"Namun nyatanya zonk, jumlah pengunjung pun hanya bertahan di satu digit," kata Fauzi.
Fauzi menambahkan, untuk penerapan New Normal ini, pihaknya berharap adanya peningkatan hunian dari wisawatan lokal dan perjalan dinas.
"Kami berharap dari warga di Lampung, karena mungkin bosan di rumah, sehingga memilih alternatif di hotel," ujarnya.
General Manajer Bukit Randu, Raban mengungkapkan, penerapan protokol kesehatan selalu diterapkan di hotelnya baik karyawan maupun pengunjung.
"Untuk kamar yang sudah selesai digunakan oleh tamu, akan langsung disemprot dengan disinfektan dan dibersihkan secara menyelulruh dengan mengganti seprai dan lain-lain. Kamar itu juga akan dikosongkan selama sehari sebelum dibuka kembali untuk tamu yang lain,” ujar Raban.
Selain itu, kata dia, untuk menyambut new normal, hotel juga tengah menyiapkan standar dan prosedur untuk menggelar wedding party atau meeting.
"Seperti yang kita tau kalau sekarang memang masih dihimbau untuk tidak melakukan pesta. Tapi jika hal tersebut nantinya sudah diizinkan untuk dilaksanakan, kami sudah mempersiapkan prosedurnya," tandasnya. (*)
Berita Lainnya
-
Gubernur Lampung Terima Ephorus HKBP Pdt Viktor Tinambunan dalam Jamuan Hangat, Bahas Harmoni dan Kolaborasi Pembangunan
Minggu, 29 Maret 2026 -
Mudik dengan EV Kian Diminati, Transaksi SPKLU PLN Tembus Rekor Tertinggi 18.088 Kali pada H+2 Idul Fitri 1447 H
Minggu, 29 Maret 2026 -
Ketua Umum Kerabat Lampung Hadiri Pesta Bona Taon Marga Hutagalung dan Sinurat, Tekankan Pelestarian Budaya dan Harmoni
Minggu, 29 Maret 2026 -
Mobil Brio Terguling Usai Tabrak Tiang Listrik di Jalan Ahmad Yani Bandar Lampung
Sabtu, 28 Maret 2026








