Waspada, Ribuan Inex yang Diungkap Polda Lampung Ternyata Sudah Terjual di Dua Daerah
HBS, saat dihadirkan ketika ekspos di Mako Ditresnarkoba Polda Lampung, Senin (8/6/2020).
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Subdit I Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung mengungkap penyelundupan 3.020 butir pil ekstasi atau inex oleh sindikat Narkotika antar provinsi jaringan Lembaga Pemasyarakatan.
Ekstasi itu berwarna hijau berbentuk segitiga dengan logo EA7. Dari pengungkapan ini, polisi juga mengamankan seorang pelaku berinisial HBS (36), warga Kedamaian.
Dari pengakuan pelaku HBS, dirinya hanya diperintahkan untuk mengantarkan barang haram tersebut kepada pembeli atas perintah seorang narapidana (napi) di salah satu Lapas di Provinsi Lampung berinisial K.
"Saya disuruh oleh seseorang yang berada di dalam Lapas. Hubungannya melalui handphone, pokoknya saya hanya disuruh tebar di daerah Lampung," kata HBS, saat dihadirkan ketika ekspos di Mako Ditresnarkoba Polda Lampung, Senin (8/6/2020).
Sementara itu, Wakil Direktur Reserse Narkoba Polda Lampung, AKBP Wika Hardianto mengatakan, barang haram tersebut dikirim dari seseorang yang berada di Provinsi Pekanbaru.
"Barang itu (ekstasi) dari Pekanbaru, dan disambut oleh HBS atas perintah seorang napi," kata Wika.
Dengan penangkapan 3.020 butir pil inex tersebut, Wika mengklaim telah berhasil menyelamatkan sekitar 3.000-an orang.
Disisi lain, berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Kupastuntas.co, pil ekstasi yang disita dari pelaku HBS ini ternyata sudah turun atau terjual di Kabupaten Lampung Utara dan Lampung Selatan.
"Ya. Sekitar 2.000-an sudah turun (ekstasi) di Lampung Utara dan Lampung Selatan. Pengakuan pelaku, barang itu (ekstasi) dari Pekanbaru sebanyak 5.000-an, dan sisanya yang telah kita tangkap," tambah Ps.Kasubdit I Ditresnarkoba Polda Lampung, Kompol Hendryansyah. (*)
Berita Lainnya
-
Empat Calon Ketua Apindo Lampung Ambil Berkas Pendaftaran
Sabtu, 20 Juni 2026 -
Hadiri Rakernas PJ91, Wagub Jihan Tekankan Budaya Gotong Royong Dukung Pembangunan Daerah
Sabtu, 20 Juni 2026 -
Anshori Djausal Diperiksa Kejati Lampung 8 Jam Terkait Penyertaan Modal Awal PT LEB Rp10 Miliar
Sabtu, 20 Juni 2026 -
Pemprov Matangkan Peluncuran Lampung In Versi 2
Jumat, 19 Juni 2026








