IDI Bandar Lampung Sarankan Rapid Test Terhadap Pelaksana Pilkada Berkelanjutan
Foto: Ist.
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Pemerintah Kota Bandar Lampung akan melakukan rapid test terhadap pelaksana Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yakni Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) pada 15 Juni mendatang.
Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Bandar Lampung, dr. Aditya M. Biomed menyarankan, rapid test terhadap pelaksana Pilkada tersebut dapat dilakukan secara berkelanjutan. Sebab menurutnya pelaksanaan Pilkada baru berlangsung pada 9 Desember 2020.
"Karena rapid test sifatnya screening, dan masa berlakunya hanya tiga hari setelah dilakukannya uji. Maka pelaksana (Pilkada) harus rajin dirapid test. Contoh bisa sebulan sekali atau dalam masa tenggang yang dipastikan pihak penanggung jawab," kata Aditya, Selasa (9/6/2020).
Karena rapid test sendiri jelasnya, bukan diagnosis, melainkan sebagai screening dari virus corona. Maka hasil rapid antara yang berpotensi atau tidak berpotensi terinfeksi belumlah seutuhnya menghasilkan kesimpulan yang valid.
"Rapid test itu ada kelemahannya. Itu yang harus diantisipasi. Rapid test sifatnya hanya screening bukan diagnosis pasti," tuturnya.
Sehingga ia menyarankan, kepada pihak yang memiliki wewenang atas hal ini supaya menyiapkan langkah tindak lanjut dari pelaksanaan rapid tes tersebut.
"Jadi KPU dan pemerintah setempat sebaiknya juga menyiapkan PCR sebagai bentuk tindak lanjutnya. Supaya tidak 'gelagapan' bila hasilnya reaktif," tandasnya. (*)
Berita Lainnya
-
Mahasiswa Universitas Teknokrat Lahirkan Inovasi PLTB Archimedes 3 Sudu untuk Penerangan UMKM Gunung Kunyit
Sabtu, 16 Mei 2026 -
Istri Bripka Anumerta Arya Supena Bersyukur Kasus Cepat Terungkap
Sabtu, 16 Mei 2026 -
Kenangan Rekan untuk Bripka Arya Supena, Polisi Baik yang Gugur saat Bertugas
Sabtu, 16 Mei 2026 -
Perintah Kapolda Lampung Tembak di Tempat Pelaku Begal Tuai Pro dan Kontra
Sabtu, 16 Mei 2026








