Dishub Lampung: Ini Syarat Jika Organda Mau Naikkan Tarif Penumpang
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung, Bambang Sumbogo, saat memberikan keterangan, Rabu (10/6/2020).
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Menyambut era kenormalan baru atau tatanan New Normal, Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Lampung mempersilahkan untuk Angkutan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) menaikkan tarif penumpang. Asalkan masih dalam ambang batas atas tarif penumpang.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung, Bambang Sumbogo menyebutkan, memasuki era normal baru, kuota penumpang bus AKDP dibatasai hingga 70 persen untuk menciptakan physical distancing.
"Untuk angkutan umun memasuki kenormalan baru hanya dibolehkan angkut 70 persen untuk menciptakan physical distancing," kata dia saat memberikan keterangan, Rabu (10/6/2020).
Mengingat adanya batasan penumpang yang diangkut, pihak Organisasi Angkutan Darat (Organda) diperbolehkan untuk menaikkan tarif penumpang.
"Kalau non ekonomi diserahkan kepada pengusaha, silakan kalau mau menaikkan tarif tapi yang wajar, disesuaikan," tambahnya.
Untuk transportasi AKDP, pihak Organda boleh menaikkan ongkos penumpang, namun tak boleh melebihi ambang batas atas tarif. Sesuai dengan Pergub Lampung nomor 21 tahun 2016 tentang pengaturan tarif batas atas dan batas bawah angkutan penumpang AKDP kelas ekonomi. Maksimal tarif batas atas Rp215 per penumpang per kilometer.
"Kami akan terus memantau, jika ada yang menaikan 100 persen atau di atas batas akan dikenakan sanksi," tegasnya. (*)
Berita Lainnya
-
Mobil Brio Terguling Usai Tabrak Tiang Listrik di Jalan Ahmad Yani Bandar Lampung
Sabtu, 28 Maret 2026 -
KPK Temukan Penyalahgunaan Kendaraan Dinas, Kepala Daerah Diminta Evaluasi Menyeluruh
Sabtu, 28 Maret 2026 -
D’BAKARANZ Is Back, BATIQA Hotel Lampung Hadirkan AYCE Mulai Rp70 Ribu
Sabtu, 28 Maret 2026 -
Pemkot Bandar Lampung Kebut Perbaikan Gorong-gorong di Kedamaian
Sabtu, 28 Maret 2026








