IDI Bandar Lampung: Proses Belajar di Sekolah Dilakukan Secara Bertahap
Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) cabang Bandar Lampung, dr. Aditya M Biomed. Foto: Doc/Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Sekolah di Kota Bandar Lampung bakal dibuka kembali pada 31 Agustus mendatang, sesuai surat edaran Walikota Bandar Lampung nomor 420/699/III.01/2020 tentang kebijakan pembelajaran pada kondisi kenormalan baru terkait masa darurat Covid-19.
Menanggapi hal itu, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) cabang Bandar Lampung, dr. Aditya M Biomed mengatakan, jika ingin pembelajaran diterapkan di sekolah, pihaknya menginginkan hal itu tidak boleh serempak.
Menurutnya, bila ingin mencobanya itu pada tingkat universitas terlebih dahulu, dimana mereka daya tahan tubuhnya lebih kuat dari pada anak-anak TK dan SD.
"Bila perlu kalau mau dicoba itu di perguruan tinggi dulu lalu anak-anak SMA dan SMP. Kemudian yang paling belakang itu baru SD dan TK, Paud. Ya cecara bertahap kemudian itu juga harus di evaluasi misalnya sama anak SMA saja sudah gagal ya sudah jangan nekat," kata dr. Aditya, Minggu (14/6/2020).
Diungkapkannya, hal yang lebih penting juga adalah kesiapan sekolah itu sendiri, bagaimana SOP yang diterapkan.
"Saya bukan masalah di tanggalnya mau masuk kapan. Tapi lebih cenderung ke kesiapannya seperti apa, evaluasinya gimana. Kalau memang dirasa oke segala macam mau 31 Juli juga monggo. Tapi itu juga harus ada telaah yang jelas, ada kajian-kajiannya dibidang itu ya kenapa tidak," bebernya.
Selain itu, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Cabang Bandar Lampung memberikan saran kepada pemerintah setempat supaya dalam proses belajar mengajar siswa didik secara normal sebaiknya dimulai pada Desember 2020 mendatang.
"Intinya kami (IDAI) ingin pembelajaran yang dilakukan jarak jauh tetap dilaksanakan hingga Desember nanti," kata Ketua IDAI Bandar Lampung, dr. Murdoyo.
Menurutnya pada Desember nanti paling tidak kurva masyarakat terpapar covid sudah mulai melandai.
"Sehingga untuk saat ini sebaiknya tetap menggunakan media seperti TV, ponsel, atau aplikasi lainnya," katanya.
Oleh karena itu, terangnya pemerintah daerah jangan pernah mencoba-coba sebab saat ini kasus Covid-19 kurva di Indonesia umumnya masih terus mengalami peningkatan.
"Anak-anak ini kan rentan jadi jangan pernah mencoba-coba, baiknya kita tetap menunggu hingga Desember sembari melihat situasinya," tandasnya. (*)
Berita Lainnya
-
Mahasiswa Universitas Teknokrat Lahirkan Inovasi PLTB Archimedes 3 Sudu untuk Penerangan UMKM Gunung Kunyit
Sabtu, 16 Mei 2026 -
Istri Bripka Anumerta Arya Supena Bersyukur Kasus Cepat Terungkap
Sabtu, 16 Mei 2026 -
Kenangan Rekan untuk Bripka Arya Supena, Polisi Baik yang Gugur saat Bertugas
Sabtu, 16 Mei 2026 -
Perintah Kapolda Lampung Tembak di Tempat Pelaku Begal Tuai Pro dan Kontra
Sabtu, 16 Mei 2026








