Akademisi: Kabupaten/Kota Harus Pertahankan Lahan Pertanian Produktif Guna Menjaga Ketahanan Pangan
Akademisi Pertanian Universitas Lampung, Prof. Dr. Ir. Irwan Sukri Banuwa, M. Si. Foto: Doc/Kupastuntas.co
Bandar Lampung - Lahan pertanian produktif dari tahun ke tahun jumlahnya terus menyusut. Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung, pada tahun 2017 luas sawah 408.371 hektar sedangkan ditahun 2019 menurun menjadi 361.698 hektar.
Menanggapi hal tersebut, Akademisi Pertanian Universitas Lampung, Prof. Dr. Ir. Irwan Sukri Banuwa, M. Si. mengatakan jika setiap Kabupaten/Kota harus memproteksi dalam mempertahan lahan pertanian produktif dengan mekanisme insentif dan disinsentif.
"Memang betul terjadi alih fungsi lahan dari dari lahan pertanian produktif menjadi lahan non pertanian, maka setiap Kabupaten/Kota harus memiliki lahan sawah yang harus dipertahankan agar ketahanan pangan tetap terjaga," katanya saat dimintai keterangan, Kamis (25/6/2020).
Lanjutnya, lahan produktif harus tetap dipertahankan dengan luasan tertentu sehingga alih fungsi lahan bisa terkendali. Selain itu, pemerintah juga harus mencetak lahan sawah baru.
"Sampai sekarang laju percetakan sawah baru tetep dilakukan di Lampung. Kurang lebih tambahan cetakan sawah baru sampai sekarang sudah 22 ribu Hektar," katanya.
Dengan demikian, Provinsi Lampung akan terus menyandang status sebagai lumbung pangan nasional dan produktifitas pertanian khususnya padi di Provinsi lampung masih tetap tinggi
"Kira-kira produksi beras kita dalam satu tahun lebih dari 4,2 juta ton sementara penggunaan untuk internal Provinsi Lampung 1,8 juta jadi dikirim keluar kota. Jadi kita terus surplus di bidang pertanian," tutupnya. (*)
Berita Lainnya
-
Pemprov Lampung Lelang Tiga Jabatan Eselon II, Ini Rinciannya
Jumat, 27 Maret 2026 -
TikTokio: Solusi Mudah untuk Mengunduh Video TikTok
Jumat, 27 Maret 2026 -
Teka Teki Perusahaan Penitip Uang Pengganti 100 Miliar ke Kejati Terungkap, Diduga Kuat PT Pemuka Sakti Manis Indah
Jumat, 27 Maret 2026 -
327.646 Pemudik Menyeberang dari Sumatera ke Jawa, Puncak Arus Balik Kedua Diprediksi 28-29 Maret
Jumat, 27 Maret 2026








