• Sabtu, 08 Agustus 2020

Pertama di Pesibar, Pulau Pisang Siap ODF

Kamis, 09 Juli 2020 - 05.46 WIB
79

Rapat percepatan ODF Pulau pisang yang dihadiri Perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Dinas Kesehatan Kabupaten Pesisir Barat dan Yayasan Konservasi Way Seputih (YKWS). Foto: Ist.

Pesisir Barat - Pemerintah Kecamatan Pulau Pisang dan seluruh kepala desa (peratin) berkomitmen mewujudkan wilayahnya mejadi kecamatan ODF (open defecation free) atau terbebas dari perilaku buang air besar sembarangan, pertama di Kabupaten Pesisir Barat. 

Hal itu disampaikan Camat Pulau Pisang Lukmanul Hakim, S.Pd pada rapat  percepatan ODF Pulau Pisang, yang dihadiri Perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Dinas Kesehatan Kabupaten Pesisir Barat dan Yayasan Konservasi Way Seputih (YKWS), Rabu (8/7/2020). 

Saat ini di Kecamatan Pulau Pisang akses sanitasi layaknya baru mencapai 90%, masih ada 10% rumah tangga yang tersebar di 6 pekon Kecamatan Pulau Pisang yang belum memiliki sarana atau akses sanitasi (jamban) layak dan sehat.

Dalam mencapai 100% akses sanitasi layak dan sehat, seluruh kepala peratin akan menggunakan dana desa untuk penyediaan sarana jamban sehat dan layak.

Kepala pekok Bandar Dalam, Ikham Mulhak menyampaikan masih ada sekitar 5 rumah tangga di pekon Bandar Dalam yang belum memiliki jamban sehat. Dia menyampaikan telah menganggarkan dari dana desa untuk membangun sarana jamban sehat bagi warganya, sehingga 100% warganya bisa mengakses jamban sehat dan tidak BAB sembarangan. 

Komitmen bersama seluruh para pihak untuk mewujudkan Pulau Pisang sebagai kecamatan ODF tertuang dalam surat pernyataan  bersama yang ditandatangani oleh camat, seluruh kepala pekon, Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten serta YKWS. 

Selain itu, Pemerintah Kecamatan Pulau Pisang dan seluruh peratin juga berupaya mewujudkan Pulau Pisang sebagai lokasi wisata alam yang sehat dan bersih melalui pendekatan lima pilar STBM. Pemerintah Kecamatan Pulau Pisang dan peratin juga akan menerapkan protokol kesehatan bagi seluruh masyarakat dan wisatawan yang berkunjung ke Pulau Pisang di masa new normal. (*)