Kadinkes Edwin: Penerapan Tarif Rapid Test Rp 150 Ribu Dilakukan Secara Bertahap
Minggu, 12 Juli 2020 - 13.14 WIB
118
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandar Lampung, Edwin Rusli. Foto: Sri/Kupastuntas.co
Bandar Lampung - Terkait Tarif tertinggi rapid test Rp 150 ribu yang di keluarkan oleh pemerintah pusat, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung akan menerapkannya secara bertahap pada pihak yang menyediakan pelayanan tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandar Lampung, Edwin Rusli mengatakan, pihaknya telah menindaklanjuti surat edaran dari Kemenkes Nomor HK.02.02/I/2875/2020 Tentang Batasan Tarif Tertinggi Pemeriksaan Rapid Test Antibodi.
Namun demikian ungkap Edwin, penyesuaian tarif di rumah sakit swasta atau klinik yang melayani rapid test mandiri akan diterapkan bertahap.
"Kemarin saya sudah sebar SE tersebut. Atas dasar itu harga rapid test di Rumah Sakit (RS) Swasta atau klinik harus Rp 150 ribu. Tetapi mereka akan menurunkannya secara bertahap," kata Edwin, kepada kupastuntas.co, Minggu (12/7/2020).
Karena jelas Edwin, mereka membeli barang itu sudah lama dengan harga diatas yang ditetapkan saat ini. Dan itu hampir semua rumah sakit memiliki stok rapid test dengan harga lama.
"Tetapi mereka berjanji kalau sudah mengambil barang dengan harga yang diinginkan oleh kemenkes, mereka akan menurunkan harga tarif rapid test," katanya.
Penetapan tarif tersebut berlaku untuk warga dari luar Bandar Lampung. Namun kata Edwin, bagi warga Bandar Lampung gratis yang disediakan di puskesmas yang telah ditunjuk.
"Tenggang waktu kita beri dalam satu minggu berjalan harus sudah menyesuaikan harga. Punishment sedang kita pikirkan," tandasnya. (*)
Berita Lainnya
-
Tujuh Anggota Dewan Komisioner OJK Resmi Dilantik, Siap Perkuat Stabilitas Sektor Keuangan Nasional
Rabu, 25 Maret 2026 -
Posko Masjid Ramah Pemudik UIN RIL Berikan Pelayanan Humanis
Rabu, 25 Maret 2026 -
Tertinggal di Tol Bakter, Tas Berisi Rp 7,7 Juta dan USD 20 Ribu Kembali ke Tangan Pemilik
Senin, 23 Maret 2026 -
Hingga H+1 Lebaran, 39 Kecelakaan Terjadi di Lampung 11 Orang Meninggal Dunia
Senin, 23 Maret 2026








