• Sabtu, 15 Agustus 2020

Kepala Balitbang: Lambar Berpotensi Jadi Sentra Pupuk Organik

Senin, 13 Juli 2020 - 16.32 WIB
47

kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertahanan Balitbang Lampung Barat, Noviardi Kuswan saat dikunjungi di ruang kerjanya. Foto: Iwan/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Lampung Barat - Lampung Barat berpotensi menjadi sentra pupuk organik dengan memanfaatkan limbah sayur mayur. Hal tersebut disampaikan kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertahanan Balitbang setempat, Noviardi Kuswan.

Hanya saja jelas Noviardi, untuk menjadi sentra tersebut selain dibutuhkan kerjasama antara OPD terkait juga diperlukan kerja keras dalam mempromosikan produk termasuk meyakinkan pembeli bahwa hasil olahan kita betul-betul layak dan mampu bersaing dengan apa yang ada saat ini.

"Dari segi sosialisasi dan pemanfaatan saya kurang paham kendala nya apa, yang jelas yang ingin saya sampaikan bahwa kita harus lebih murah dari produk saingannya. Apalagi masyarakat kita beli kotoran kandang dan melakukan pengomposan sendiri dengan cara sederhana dengan harga yang rendah," Kata Kepala Balitbang, Noviardi Kuswan saat dimintai Kupastuntas.co tanggapan mengenai TPA Bahway yang sudah dua tahun ini membuat pupuk organik. Senin (13/7/2020).

”Peluang nya sangat besar, cuma kembali lagi peluang pasar nya seperti apa dan nyatanya setiap hari berton ton petani selalu beli, artinya petani butuh itu. Jadi kembali lagi tinggal bagaimana kita meyakinkan konsumen bahwa produk kita layak," sambung Noviardi.

Noviardi berpendapat, pihak TPA Bahway harus bekerjasama dengan pihak Dinas Pertanian dan Perkebunan untuk membuat lahan percontohan yang dikelola menggunakan pupuk itu sehingga para petani yakin jika sudah melihat contoh penggunaannya, bila perlu panggil tokoh tani untuk melihat dari proses awal hingga akhir.

"Yang perlu kita pahami juga, petani kita di Lampung Barat ini tidak terlalu percaya jika belum melihat hasil. Kita juga harus memperbanyak melakukan Demplot dan Denfarm, karena daerah kita banyak menghasilkan limbah dan membutuhkan pupuk organik itu sendiri, terlebih siklus lingkungan kita juga sangat mendukung," papar Noviardi.

Baca Juga: TPA Bahway Olah limbah Hortikultura menjadi Pupuk Organik

Sebelumnya diberitakan bahwa agar tidak terbuang sia-sia dan mempunya nilai ekonomis, TPA Bahway mengolah limbah hortikultura menjadi pupuk organik padat sejak dua tahun silam dan telah banyak dicoba oleh perorangan maupun kebutuhan internal pemerintah Daerah. (*)