• Sabtu, 15 Agustus 2020

Produksi Ikan Air Tawar di Lampung Barat Terus Meningkat

Senin, 13 Juli 2020 - 17.30 WIB
69

Kabid Pemberdayaan Usaha Perikanan Dinas Perikanan Lampung Barat, Basuki Rahmat. Foto: Iwan/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Lampung Barat - Produksi ikan tawar di Kabupaten Lampung Barat terus mengalami peningkatan. Perkembangan tersebut ikuti dengan terus bertambahnya masyarakat yang menggeluti usaha perikanan di Kabupaten bumi beguai jejama sai betik ini.

Kabid Pemberdayaan Usaha Perikanan  Dinas Perikanan Lampung Barat, Basuki Rahmat mengatakan saat ini usaha di sector perikanan air tawar tidak hanya di Kecamatan Lumbok Seminung, Sumberjaya, Kebuntebu saja melainkan sejumlah wilayah juga mulai ikut mengembangkan sektor tersebut.

Akan tetapi ungkap Basuki, jika melihat pembudidayaan ikan air tawar khususnya nila terus meningkat, maka tentunya perlu adanya inovasi dan terobosan sehingga potensi tersebut mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya para pembudidaya.

"Potensi perikanan air tawar khususnya ikan nila terus mengalami kemajuan, itu bisa dibuktikan dengan peningkatan produksi. Oleh karena itu, ini menjadi peluang bagi Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) untuk memanfaatkan peluang tersebut dengan menjadikan ikan sebagai bahan baku berbagai aneka panganan," kata Basuki, Senin (13/7/2020).

Dijelaskan Basuki, jumlah Pokdakan pada tahun 2016 sebanyak 332, 2017 ada 233 dan 2018 sekitar 330 serta di tahun 2019 lalu sebanyak 400. Dari data tersebut pihaknya  terus menginventarisir untuk memastikan para Pokdakan aktif, agar kedepannya bisa dilakukan pembinaan terkait bagaimana mengolah ikan menjadi berbagai aneka panganan. 

"Jadi nanti kita akan memberikan pembinaan terkait bagaimana anggota Pokdakan bisa memulai untuk mengolah ikan menjadi fillet (irisan daging ikan tanpa sisik dan tulang), nugget, ikan asap dan lainnya.'' ucapnya.

"Karena jumlah Pokdakan nya banyak, kami akan mendorong dan memberikan dukungan dengan memberikan pendampingan dan pembinaan sehingga nantinya Pokdakan betul-betul menjadi Pokdakan mandiri yang bisa meraih keuntungan lebih dibandingkan dengan menjual dalam bentuk ikan segar," jelas Basuki. (*)