Jalan Alternatif Penghubung Dua Desa di Lamtim Rusak Parah
Kondisi Jalan alternatif di Desa Karang Anyar, Kecamatan Labuhan Maringgai. Foto: Agus/Kupastuntas.co
kupastuntas.co, Lampung Timur - Jalan alternatif di Desa Karang Anyar, Kecamatan Labuhan Maringgai, rusak parah dan sudah lima tahun luput dari perhatian pemerintah Kabupaten Lampung Timur.
Sekretaris Desa setempat, Yulianto mengatakan, Jalan ini menjadi penghubung antar Desa Karang Anyar dan Sukorahayu dan menjadi jalan alternatif bagi masyarakat untuk menjalankan kegiatan perekonomian
"Mayoritas yang melintas dijalan ini adalah kalangan petani dan pedagang ikan, bukan hanya warga Lamtim yang menggunakan jalan ini, melainkan dari Metro dan Lampung Tengah juga melintasi jalan rusak ini," ungkapnya pada (22/7/2020).
"Motor maupun Mobil warga Metro, Lampung Tengah rata rata melewati jalan alternatif ini, karena jika lewat Labuhan Maringgai, jarak tempuh nya lebih jauh. Dan bisa dilihat, badan jalan sudah rusak berlubang dan bergelombang hampir merata sepanjang 3 KM," lanjutnya.
Salah seorang pengemudi mobil asal Lampung Tenah, Sarjun mengataan hampir setiap hari dirinya melewati jalan rusak ini.
"Saya hampir setiap hari mengambil ikan Asin BS untuk bahan pakan ikan di Kuala Penet, Desa Margasari, Kecamatan Labuhan Maringgai. Akibat melintasi jalan itu, onderdil mobil cepat rusak dan menghambat serta memperlama perjalanan," keluhnya.
Sarjun mengungkapkan, kerusakan jalan bukan hanya terjadi di Desa Karanganyar, melainkan di Desa Braja Luhur, dan Braja Kencana Kecamatan Braja Selebah juga banyak yang rusak, bahkan dua jembatan terputus dan diganti dengan jembatan batang pohon kelapa. (*)
Berita Lainnya
-
Viral Bertahun-tahun Rusak, Jalan 13 Km di Purbolinggo Lamtim Akhirnya Diperbaiki
Senin, 16 Februari 2026 -
Ditemukan Jejak Harimau di Perkebunan Nanas PT GGP di Lampung Timur
Sabtu, 14 Februari 2026 -
Sopir Mobil MBG Tewas Usai 'Adu Banteng' dengan Truk di Lampung Timur
Kamis, 12 Februari 2026 -
Di Antara Denting Tembaga dan Mimpi Anak Desa
Kamis, 12 Februari 2026









