Demi Ketahanan Pangan, Desa Braja Luhur Lamtim Simpan 175 Ton Gabah Kering
Pamong Desa Braja Luhur, Kecamatan Braja Selebah, Lampung Timur, saat mengecek stok gabah kering milik warga. Foto: Agus Susanto/Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Lampung Timur - Kepala Desa Braja Luhur, Kecamatan Brajaselebah, menegaskan kepada warganya untuk menerapkan program ketahanan pangan dengan menyimpan gabah hasil panen selama Pandemi Covid 19.
Hingga saat ini, simpanan gabah kering yang ada di Desa Braja Luhur, sebanyak 175 ton, yang tersebar di 400 rumah warga.
"Kalaupun hendak dijual, warga diminta agar menjual di seputaran Desa Braja Luhur, selain menjaga stabilitas harga juga menjadi pemutar ekonomi warga setempat," ucap Kepala Desa Braja Luhur Supratikno, (4/8/2020).
Ia menjelaskan, sawah produktif yang ada di desanya seluas 463 hektare, dengan produksi panen sebanyak 8 ton per hektare, sementara dari jumlah 400 KK, yang melakoni bertani sebanyak 75 persen.
"Dengan menerapkan lumbung padi sebagai ketahanan pangan, sangat efektif untuk menghadapi Pandemi Covid 19, dan sangat bermanfaat dalam menghadapi musim kemarau ini," terangnya.
Sementara, warga Desa Braja Luhur, Supaido mengaku hasil panen miliknya 50 persen di jual, 50 persen di simpan untuk persiapan konsumsi sendiri. "Ya makanan pokok kita kan nasi (beras) kalau sudah punya cadangan beras, maka akan tenang," ucapnya.
Berita Lainnya
-
Guru di Purbolinggo Lampung Timur Ditangkap, Diduga Culik dan Cabuli Bocah 8 Tahun
Rabu, 04 Maret 2026 -
Rumah Disambar Petir, Satu Keluarga di Way Jepara Lamtim Luka-luka
Rabu, 04 Maret 2026 -
Polisi Bongkar Prostitusi Terselubung di Batanghari Lamtim, Seorang Mucikari Diamankan
Minggu, 01 Maret 2026 -
11 Orang Dirawat Diduga Keracunan Telur Asin Program MBG di Sukadana, Dapur Ditutup Sementara
Sabtu, 28 Februari 2026









