• Selasa, 29 September 2020

Hilang dari Agustus 2019, Gajah Jinak TNWK Hingga Kini Belum Ditemukan

Kamis, 06 Agustus 2020 - 14.55 WIB
233

Seekor Gajah jinak milik Balai TNWK. Foto: Agus/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Lampung Timur - Gajah jinak milik Balai Taman Nasional Way Kambas (TNWK) yang hilang sejak Agustus 2019 lalu sampai saat ini belum ditemukan dan pencarian sudah di lakukan di tiga Seksi, yaitu Seksi I, Seksi II dan Seksi III.

Kanit Penyidik Balai TNWK,  Abdu mengatakan peristiwa hilangnya Gajah jinak tersebut, pada Selasa (6/8/2019), akibat peristiwa tersebut Abdu mengaku sudah melakukan pemeriksaan terhadap mahod (pawang) yakni, David dan Alfian. "Pawang sebenarnya bernama Alfian, sementara David asisten nya Alfian," Terang Abdu.

Lanjutnya, awal peristiwa hasil dari pemeriksaan David (asisten pawang), saat itu Gajah Jantan tersebut berada di Camp Elephant Respon Unit (ERU) yang ada di Resot Kuala Penet, Seksi III, dan saat akan melakukan patroli, David sedang menyiapkan peralatan. Tiba tiba Gajah jinak bernama Renggo berjalan menuju hutan tanpa ikatan rante di Kaki.

"David dan rekan nya mengikuti dengan menaiki gajah jinak lain, hingga mendekati Kuala Kambas atau berjarak 30 kilo dari Camp ERU di Seksi III, karena alasan nya gajah yang terlepas tadi sedang birahi sehingga pawang tidak berani mendekati," terang Abdu.

"Kemudian, David dan rekannya balik ke arah Camp ERU Seksi III, setelah tim ERU mendatangi kembali kelokasi dimana Gajah Renggo tadi ditemukan namun binatang bergading itu tidak ada ditempat, itu kronologi hilangnya gajah jinak TNWK berdasarkan Berita Acara Pemeriksaan kami," lanjut Abdu.

Namun saat dipertegas mengenai umur gajah dan panjang gading, Abdu enggan menjelaskan. "Wah kalau tanya soal bergading atau belum tanya pawang nya saja, saya tidak menanyakan sampai hal itu," terangnya.

Sementara Koordinator ERU, Nazaruddin saat di konfirmasi mengakui bahwa gajah jinak milik TNWK yang hilang, selalu di kandangkan di Camp ERU Seksi III, karena gajah tersebut sebagai pasukan penghalau gajah liar. "Pencarian terus kami lakukan dan tiga tempat sudah kami kelilingi, namun belum juga ketemu," Kata Nazaruddin. (*)