• Selasa, 29 September 2020

Lemah Pemasaran, Pengrajin Gerabah di Podoromo Pringsewu Butuh Bantuan Pemerintah

Kamis, 06 Agustus 2020 - 14.37 WIB
88

Pengrajin Gerabah di Podoromo Pringsewu saat membuat kerajinan. Foto: Rifaldi/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Pringsewu - Kreativitas dalam membuat kerajinan tangan, khususnya gerabah di pekon Podomoro Kabupaten Pringsewu, sudah lama teruji.

Agung(40) menantu dari Romlan Pemilik Kerajinan yang sekarang dilanjutkan oleh Agung mengatakan, seiring berjalannya waktu, banyak pengrajin yang enggan lagi menekuni industri rumahan itu.

"Dulu pernah ada pembinaan mas, tapi sebatas pembinaan dan tidak ada kelangsungan. Setiap ada event pemerintah saja para pengrajin dapat kunjungan. Selanjutnya ya hanya menunggu ada event lagi," ucap Agus ketika ditemui kupastuntas.co.

Agung berharap, pemerintah mau campur tangan dan membantu melestarikan kerajinan gerabah di Pekon Podomoro yang telah puluhan tahun menjadi sentra produksi gerabah di Kabupaten Pringsewu

"Terus terang, kami para pengrajin gerabah kesulitan dalam memasarkan hasil gerabah yang kualitas baik. Tentunya sistem permodalan bantuan pemerintah juga sangat diharapkan," imbuhnya.

Puluhan tahun menjadi sentra kerajinan gerabah, nyatanya tak lantas membuat masyarakat di Pekon Podomoro dapat hidup makmur. Nyatanya, di kemajuan zaman keahlian mereka yang tanpa diimbangi pendidikan formal bagi mayoritas para pengrajin.

Menurut Agus, Hal ini menyulitkan untuk para pengrajin untuk bersaing dan berkembang. Minimnya permodalan dan sulitnya pemasaran hasil kerajinan, membuat sebagian pengrajin berpindah kedudukan menjadi buruh pengrajin demi memenuhi kebutuhan keluarga.

"Kesulitan pemasaran hingga permodalan menjadi sebuah ironi bagi para pengrajin, untuk berharap mendapatkan penghidupan yang lebih baik,"ungkapnya.

Di Pekon Podomoro kurang lebih 10 KK yang berprofesi sebagai pengrajin gerabah dan bertahan hidup dengan usaha membuat gerabah-gerabah ini. 

Walau demikian, Agung bersyukur dengan keahlian yang dimilikinya. Disini ada berbagai jenis bentuk pengrajinan salah satunya, yaitu Anglo(tempat panggangan) dan Wajan, Cobek. "Yang paling banyak diminati dan cepat habis sampai saat ini kerajinan Anglo, Wajan, Cobek," tuturnya.

Lanjutnya, untuk harga cobek di tingkat pengrajin harga Rp 1.500/2.000 ribu, wajan tanah liat di tingkat pengrajin Rp 15.000 ribu per unit, Anglo Rp 25000/ 30000 per unit. (*)