• Sabtu, 26 September 2020

Warga Lamtim Manfaatkan Lahan Pinggir Hutan TNWK untuk Budidaya Lebah Madu

Minggu, 09 Agustus 2020 - 14.49 WIB
16

rumah Lebah di Desa Muarajayaudik II, Sukadana, Lampung Timur siap panen. Foto: Agus/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Lampung Timur - Warga Desa Muarajayaudik II, Kecamatan Sukadana, Lampung Timur, memanfaatkan lahan pinggir Hutan TNWK sebagai tempat untuk melakukan budidaya lebah madu. 

Ketua Kelompok Mekar Sari, Rohmana mengatakan dirinya bersama 17 anggota membudidayakan lebah madu di pinggiran kawasan Hutan TNWK. "Saat ini kelompok Mekar Sari sudah mengelola 250 rumah lebah, jenis lebah yang di pelihara yaitu, lebah jenis Lanceng dan Cerana," ucapnya.

Rohmana mengungkapkan para pembudidaya lebah lebih memilih lahan yang berbatasan dengan Hutan TNWK, karena sari bunga yang didapat ribuan lebah dari dalam hutan lebih efektif bila dibanding dengan sari bunga yang di ambil dari pekarangan warga.  "Kalau sari bunga dalam hutan tidak mengandung pestisida dan sari bunganya lebih bagus," terang Rohmana.

Agar mendapatkan hasil madu lebih maksimal lanjutnya,  maka anggota Kelompok Mekar Sari bekerja sama dengan pihak Balai TNWK, yakni melakukan penanaman berbagai jenis tumbuhan yang memiliki sari bunga, sementara dengan adanya aktivitas tersebut di pinggir hutan. 

"Secara tidak langsung pembudidaya lebah turut memantau gajah gajah liar yang hendak keluar hutan. Artinya kita saling menguntungkan antara pembudidaya lebah dan pihak TNWK," kata Rohmana.

Ia menjelaskan, dalam satu rumah lebah bisa menghasilkan madu sebanyak 450 - 800 ML. Dan pemasaran madu sangat mudah, masyarakat masih banyak yang membutuhkan madu.

"Bahkan saya tidak perlu keliling menjual madu dari lebah ternakan kami, sudah banyak yang memesan, dengan harga 120 ribu per 450 ML," katanya. (*)