• Sabtu, 26 September 2020

Wakil Ketua DPD Golkar Pringsewu Sesalkan Statement Kader Golkar yang Tidak Beralasan

Senin, 10 Agustus 2020 - 17.50 WIB
87

Epan Diandika saat menunjukkan dokumen berisi program kegiatan yang dilaksanakan DPD II Golkar Pringsewu, Senin (9/8/2020). Foto: Manalu/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Pringsewu - Wakil Ketua Bidang Kaderisasi DPD II Golkar Pringsewu Epan Diandika menyesalkan adanya statement yang disampaikan oleh kader Golkar karena dinilai bisa menciptakan iklim tidak kondusif.

"Agak miris ada pemberitaan sepihak tanpa evaluasi dan koordinasi. Tau-tau langsung menyampaikan statement dan dimuat media massa," ungkap Epan Diandika, di Kantor DPD II Golkar Pringsewu, Senin (9/8/2020).

Sebenarnya apa yang disampaikan saudara Dwi Herinanto dan Maringan Sianipar (kader Golkar) tidak beralasan sama sekali. Sebab tanpa ada Kaderisasi tidak mungkin jabatan Ketua  DPRD Pringsewu bisa diraih oleh Golkar.

"Kenapa statement keluar menjelang digelarnya Musda. Ini yang kita sesalkan. Apakah ini berkaitan dengan pengondisian salah satu calon ketua tertentu," ujarnya.

Hal senada diungkapkan kader Golkar lainnya Ahmad Muslim atau yang akrab disapa Mattehe. Ia mengatakan seharusnya kader Golkar beradu karya jangan saling menjatuhkan dan harus menjunjung nama baik partai Golkar.

"Selaku kader Golkar tentu menyesalkan pernyataan itu. Kenapa jelang Musda muncul statement seperti itu. Selama ini tidak pernah mereka sampaikan di saat rapat, tentu ini menimbulkan pertanyaan," kata Mattehe.

Sementara Ketua DPD II Golkar Pringsewu Suherman mengatakan dalam partai Golkar diwajibkan musyawarah dan mufakat.

"Mulai dari DPP, DPD I, DPD II, PK hingga tingkat Pimdes diwajibkan musyawarah dan mufakat. Artinya tidak boleh disebar-luaskan tanpa musyawarah mufakat dalam hal apapun itu," katanya.

Atas dasar itu, Suherman menyesalkan kedua Kader Golkar yang langsung loncat ke DPD I tanpa ada koordinasi dengan DPD II.

"Katanya saya gagal memimpin Golkar dan disebut gagal dalam bidang peng-kaderan. Kenapa pernyataan itu muncul jelang pelaksanaan Musda dan selama 5 tahun ini tidak pernah mereka sampaikan," katanya.

Suherman merasa heran disebut gagal dalam peng-kaderan. Sebab sebelumnya Golkar hanya meraih 4 kursi di DPRD, pada periode berikutnya naik menjadi 6 kursi, dan saat dirinya menjabat ketua DPD II naik menjadi 7 kursi.

"Selain Pemilu, Golkar Pringsewu juga sukses memenangkan calon yang diusung di Pilpres, Pilgub dan Pilbub. Tapi biarlah masyarakat yang menilai," tandasnya.

Sebelumnya dua kader Golkar Pringsewu yakni Dwi Herinanto dan Maringan Sianipar mengkritik kinerja Ketua DPD II Golkar Pringsewu. Salah satu poin yang mereka kritik yakni Suherman dinilai gagal dalam peng-kaderan. 

Saat ini DPD II Golkar Pringsewu sedang persiapan pelaksanaan Musda yang rencananya akan digelar akhir bulan Agustus ini.

"Kebetulan pelaksanaan Musda Golkar terlebih dulu dilaksanakan di daerah yang akan melaksanakan Pilkada Desember mendatang," tutup Suherman. (*)