• Senin, 28 September 2020

Sempat Naik, Rasio Kredit Bermasalah Perbankan Kembali Turun

Kamis, 13 Agustus 2020 - 20.45 WIB
21

Deputi Direktur Pengawasan LJK OJK Lampung, Aprianus John Rirnad, saat memaparkan kinerja OJK di rumah kayu, Kamis (13/8/2020). Foto: Sri/Kupastuntas.co

Sri

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Deputi Direktur Pengawasan LJK OJK Lampung, Aprianus John Risnad menjelaskan, rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) Perbankan pada awal masa pandemi Covid-19 mengalami kenaikan.

"Ya pada April sampai Mei 2020 terus mengalami kenaikan. Namun pada Juni 2020 jumlah kredit bermasalah kembali menurun menjadi 2,79 persen," kata Aprianus saat memaparkan kinerja OJK di rumah kayu, Kamis (13/8/2020).

Untuk kembali memulihkan aset yang sempat bermasalah, penurunan NPL perbankan pada Juni 2020 ini menunjukkan bahwa program relaksasi baik yang diinisiasi oleh OJK maupun bekerjasama dengan pemerintah berjalan cukup efektif.

"Sejalan dengan mulai diberlakukannya adaptasi kebiasaan baru dan beberapa program pemulihan ekonomi nasional (PEN) pada Juni penyaluran kredit perbankan kembali tumbuh positif meskipun masih relatif rendah yaitu 0,64 persen," bebernya.

Sementara beberapa sektor ekonomi mengalami penurunan kredit cukup tinggi pada masa awal pandemi dan menurun cukup signifikan antara lain sektor real estate, persewaan dan jasa perusahaan minus -4,99 persen.

Kemudian jasa perdagangan besar dan eceran -3,57 persen, jasa konstruksi -2,8 persen dan jasa transportasi, pergudangan dan komunikasi -2,05 persen.

"Tapi sektor ekonomi yang cukup stabil dan tidak mengalami penurunan antara lain sektor pertanian, sektor perikanan dan sektor konsumtif," tuturnya.

Berdasarkan data pelaksanaan relaksasi kredit perbankan per 30 Juli 2020, dari 130.596 debitur yang mengajukan restrukturisasi, tercatat sebanyak 124.490 pengajuan yang telah disetujui dengan nilai mencapai Rp6,79 triliun.

"Sedangkan pelaksanaan program PEN di Provinsi Lampung, dari Rp471,33 miliar alokasi dana pada empat Bank Himbara, kita mencatat Rp173,48 Miliar total dana telah disalurkan kepada 939 debitur atau sebesar 36,81 persen," tandasnya. (*)