• Jumat, 23 Oktober 2020

Pengerjaan Proyek Pemasangan Rambu Jalan Milik Kemenhub di Kotabumi Diduga Asal-asalan

Rabu, 02 September 2020 - 14.14 WIB
96

Puluhan massa yang mengatasnamakan Aliansi Lembaga melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Kemenhub Lampung - Bengkulu, Rabu (3/9/2020). Foto: Wanda/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Proyek pengadaan dan pemasangan rambu dan Marka Jalan di Kotabumi , Lampung Utara (Lampura) yang dikerjakan oleh Balai Pengelolaan Transportasi Darat Wilayah VI Kementrian Perhubungan (Kemenhub) Lampung-Bengkulu  diduga sarat masalah.

Hal tersebut terungkap saat puluhan massa yang mengatasnamakan Aliansi Lembaga melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Kemenhub Lampung - Bengkulu, Rabu (3/9/2020).

Nova, Koordinator aksi demo  mengatakan, tahun ini  Balai Pengelolaan Transportasi Darat mengadakan proyek pemasangan 200 unit rambu jalan dan 300 unit tiang Marka jalan di Kotabumi tepatnya di jalan Sudirman dan Jalan Kota Alam.

Namun saat dilakukan investigasi, terdapat ratusan titik rambu jalan yang dikerjakan tidak sesuai spek dan sudah terlihat retak pada bagian pondasi tiang.

"Kami sudah melakukan pengecekan di lokasi, dan banyak pondasi tiang yang sudah retak, padahal baru selesai dikerjakan. Hal ini bisa berbahaya kepada pengendara, sebab tiang nya sewaktu-waktu bisa roboh mengenai pengendara yang melintas,"ujar Nova.

Dengan pengerjaan yang diduga asal-asalan tersebut, ia pun menyimpulkan pengerjaan yang dilakukan oleh dua rekanan yakni masing-masing CV Akusara Jaya dengan pagu anggaran Rp947 juta dan CV Multi Mekar Lestari dengan anggaran Rp 1 miliar diduga sarat KKN dan Mark Up (kelebihan anggaran).

"Oleh karenanya kami minta Kejati melakukan pengusutan dan pengecekan proyek tersebut,"katanya.

Sementara itu saat dikonfirmasi oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam proyek tersebut, Teddi Haryanto membantah bahwa pengerjaan rambu tersebut asal-asalan dan ada penggelembungan anggaran.

Ia mengatakan, pihaknya sudah melakukan pengawasan proyek tersebut. "Kalau kedalaman pondasi yakni 50 cm , dan mereka sudah melakukan cor di tempat. Jadi tidak ada masalah dalam pengerjaan itu,"katanya saat diwawancarai di kantor Kemenhub Lampung.

Jika memang adanya kerusakan, sambung dia, pihaknya segera menyuruh rekanan untuk melakukan perbaikan ,karena dalam tahapannya , pengerjaan tersebut masih masuk dalam tahap pemeliharaan .

"Kami pun akan evaluasi jika ada pengerjaan yang tidak sesuai, namun kami yakin pengerjaan ini tidak ada masalah,"tandasnya (*)

Video KUPAS TV : Sertijab Komandan Lanal Lampung di Mako Lantamal III, Kolonel Nuryadi Gantikan Kolonel Amrul