• Kamis, 29 Oktober 2020

Menakar Kekuatan Bapaslonkada Pesawaran, Adu Strategi Calon Petahana dan Ketua DPRD

Kamis, 10 September 2020 - 07.16 WIB
248

Foto: Doc/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Pesawaran - Kontestasi Pilkada Pesawaran akan menjadi adu strategi antara calon petahana Dendi Ramadhona dan Ketua DPRD M Nasir. Siapa yang bisa memanfaatkan jejaring dan memobilisasi massa, itulah yang akan keluar sebagai pemenang.

Perhelatan Pilkada Pesawaran diprediksi akan berlangsung ketat karena hanya diikuti dua pasangan, yakni pasangan petahana Dendi Ramadhona-Marzuki (Dermawan) dan pasangan M Nasir-Naldi S Rinara (Bersinar).

Pasangan Dermawan didukung 9 partai koalisi dengan perolehan 36 kursi di parlemen, yakni PDI Perjuangan (9), Golkar (4), Gerindra (4), Demokrat (5), PKS (4), PKB (5), Hanura (2),  PPP (2) dan PBB (1). Sementara pasangan Bersinar hanya diusung dua partai politik (parpol) dengan perolehan 9 kursi di parlemen, yakni Partai PAN (5) dan NasDem (4).

Persaingan kedua pasangan makin menghangat, saat DPP PDI Perjuangan memutuskan untuk mengusung pasangan Dendi Ramadhona-Marzuki, daripada kadernya sendiri pasangan M Nasir-Naldi S Rinara. Bahkan M Nasir harus dicopot dari jabatannya sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Pesawaran oleh DPP, karena tetap bersikukuh maju di Pilkada Pesawaran melalui Partai PAN dan NasDem.

Menariknya, pasangan Bersinar akan tetap menggandeng dukungan dari kalangan simpatisan dan kader PDI Perjuangan, untuk bisa mendulang suara. Pasangan Dermawan pun tentu tidak akan tinggal diam untuk mengamankan suara PDI Perjuangan, guna memperbesar raihan suaranya.

Sesuai daftar pemilih sementara (DPS) yang ditetapkan KPU Pesawaran, jumlah mata pilih Pilkada 2020 sebanyak 314.876 jiwa. Sementara PDI Perjuangan mengantongi 20 persen suara pada Pileg 2019 lalu atau sekitar 62.975 suara.

Ketua tim pemenangan pasangan M Nasir dan Naldi S Rinara (Bersinar), Paisaludin mengklaim, sejumlah simpatisan dan kader PDI Perjuangan di Pesawaran akan tetap mendukung pasangan Nasir-Naldi pada Pilkada Pesawaran.

"Terkait suara PDI Perjuangan, itu mereka (Kader PDI Perjuangan) bukan melihat PDI Perjuangannya, tapi lebih melihat kepada pak Nasir sebagai kader PDI Perjuangan terbaik," kata Paisaludin, Rabu (9/9). 

Bahkan, kata dia, pihaknya telah memiliki strategi khusus untuk bisa menarik suara PDI Perjuangan ini. "Strategi pasti ada dong. Ditambah soliditas para kader PAN dan NasDem, kita yakin bisa meraih suara maksimal,” ujar dia.

Paisaludin mengaku, pihaknya sudah membentuk tim dari dusun, desa hingga kecamatan untuk bisa mendulang suara bagi pemenangan pasangan Bersinar.

Ketua DPD PAN Kabupaten Pesawaran ini optimis bisa merangkul semua golongan dan elemen masyarakat di semua kecamatan yang ada di Kabupaten Pesawaran. “Kami menargetkan bisa meraih kemenangan dengan raihan suara di atas 60 persen," tandasnya. 

Sementara itu, ketua tim pemenangan pasangan Dendi Ramadhona dan Marzuki (Dermawan), Yusak menegaskan, seluruh parpol pengusung akan tegak lurus mengikuti instruksi partai untuk memenangkan pasangan Dendi-Marzuki.

"Kita tahu, saat ini ada sembilan parpol yang mengusung pak Dendi dan Marzuki di Pilkada Pesawaran, dan kami para kader parpol akan tegak lurus untuk memenangkan beliau di Pilkada Pesawaran, termasuk PDI Perjuangan yang telah merekomendasikan pak Dendi sebagai calon Bupati Pesawaran," ujar Yusak. 

Ia mengaku, sudah menyiapkan strategi khusus untuk meraih dukungan dari semua lapisan masyarakat, baik kaum milenial, ibu-ibu hingga organisasi masyarakat.

"Bahkan sudah banyak dukungan dari komunitas maupun organisasi di Pesawaran yang menginginkan pak Dendi menjadi Bupati Pesawaran lagi. Ditambah kami juga sudah memiliki struktur tim pemenangan hingga tingkat RT," terang dia. 

Dimintai  tanggapannya, Pengamat Politik Universitas Lampung (Unila), Roby Cahyadi memprediksi suara PDI Perjuangan akan pecah di Pilkada Pesawaran nanti.

Roby mengatakan, masih ada peluang simpatisan dan kader PDI Perjuangan untuk mendukung M Nasir yang notabene adalah kader partai tersebut.

"M Nasir adalah ketua DPC PDI Perjuangan Pesawaran, dimana ia lebih dekat dengan pemilih PDI Perjuangan. Jadi ada kemungkinan Nasir akan lebih banyak dipilih oleh pemilih PDI Perjuangan," jelas dia.

Menurut Roby, kontestasi Pilkada itu bukan berbasis dengan didukung parpol mana saja. Karena parpol itu hanya sebatas kendaraan yang mengantarkan calon daftar ke KPU. Poin pentingnya adalah pemilih.

“Artinya Dendi dan Nasir perlu merangkul pemilih sebanyak-banyaknya kalau mau menang. Untuk cara terserah, bisa sosialisasi, mau pendekatan kekeluargaan atau dengan cara yang sudah diatur oleh perundang-undangan," ujarnya.

Menurut Roby, pengaruh pemilih itu dapat dilihat dari beberapa variabel. Dendi sebagai petahana banyak diunggulkan, karena memiliki sumber daya seperti jaringan organisasi dan popularitas yang lebih sebagai petahana. 

Tetapi di sisi lain, M Nasir yang juga sebagai ketua DPRD Kabupaten Pesawaran juga memiliki jejaring yang cukup baik di Pesawaran.

“Sehingga saat ini hanya tinggal siapa calon yang bisa memanfaatkan jejaring dan bisa mobilisasi massa itulah yang menang,” ujarnya.

Sementara akademisi Unila, Budi Kurniawan menilai pemilih PDI Perjuangan ada dua jenis, yakni kader ideologis yakni orang-orang yang memang sudah lama dan memiliki keluarga yang sepenuhnya kader PDI Perjuangan. Dan kader PDI Perjuangan yang solidaritasnya bukan ke partai melainkan ke elit perseorangan.

Untuk di Lampung, lanjut dia, kader PDI Perjuangan ideologis cukup banyak. Sehingga apabila partai telah memberikan rekomendasi ke Dendi, maka kader ideologis akan mengikuti rekomendasi partai tersebut.

“Dendi memiliki keunggulan sebagai petahana. Karena sudah populer dan bisa menguasai pejabat birokrasi sekelas kepala dinas dan level bawah setingkat RT,” papar dia. (*)


BERITA INI SUDAH TERBIT DI SURAT KABAR HARIAN KUPAS TUNTAS EDISI CETAK (10/09/2020).