IDI Bandar Lampung Sepakat Jika Pilkada 2020 Ditunda
dr. Aditya saat dimintai keterangan di ruang kerjanya, di PMI Provinsi Lampung, Senin (17/9/2020). Foto: Doc/Kupastuntas.co
Bandar Lampung, Kupastuntas.co - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Bandar Lampung sepakat apabila Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 ditunda.
Hal ini dikarenakan semakin banyaknya masyarakat yang Terkonfirmasi Positif Covid-19 di provinsi Lampung khusunya kota Bandar Lampung.
Ketua IDI kota Bandar Lampung Dr. Aditya mengatakan, pihaknya sangat setuju apabila Pilkada 2020 ditunda, dengan tidak menampikkan proses demokrasi yang sudah ada, dan persiapan yang sudah dilakukan oleh KPU dan Bawaslu.
"Kami dari IDI, bukan hanya IDI Bandar Lampung tetapi IDI seluruh Indonesia, menghawatirkan, Pilkada ini akan menimbul cluster baru dalam penyebaran Covid-19. Ditambah lagi aturan dari KPU boleh mengumpulkan massa dan konser musik. Itu menurut saya peluang untuk terjadinya penyebaran covid-19 di masyarakat," ungkapnya Senin (21/09/2020).
Dr. Aditya juga mengatakan, terkait Pilkada ini mungkin bisa diadakan alternatif lain bagaimana caranya peraturannya diperketat. Seperti tidak adanya konser, tidak ada pengumpulan massa yang terpenting Pilkada ini dinodai dengan banyaknya orang terkena Covid-19.
"Saya setuju sih (Pilkada di tunda) seperti di Bandar Lampung ini, setiap hari saya memriksa di lab itu makin banyak dan tersebar di semua kecamatan. Mungkin kami dari IDI Bandar Lampung sangat menghawatirkan ini, dan pemerintah mungkin bisa memiliki alternatif lagi. Kalau covid-19 ini dianggap biasa saja bisa ancur," tandasnya. (*)
Video KUPAS TV : SEMARAK HUT KUPASTUNTAS.CO KE-8. BERBAGI KASIH KE PANTI ASUHAN DAN BAGIKAN MASKER KEPADA WARGA
Berita Lainnya
-
Nuzulul Qur’an di Kodam Raden Inten, Pangdam Ajak Prajurit Perkuat Iman
Selasa, 17 Maret 2026 -
PLN UID Lampung Apresiasi Tim Relawan di Aceh Pasca Bencana
Selasa, 17 Maret 2026 -
Sungai Budi Group Salurkan 76.500 Paket Sembako Sambut Idul Fitri 1447 H
Selasa, 17 Maret 2026 -
Penduduk Provinsi Lampung Bertambah pada Akhir 2025, Capai 9,27 Juta Jiwa
Selasa, 17 Maret 2026








