• Jumat, 23 Oktober 2020

7 Mayat Diduga PMI Ilegal Ditemukan di Perairan Malaysia, 1 Diantaranya Warga Lamteng

Rabu, 23 September 2020 - 12.21 WIB
93

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Bandar Lampung, Ahmad Salabi saat dimintai keterangan, Rabu (23/9/2020). Foto: Ria/Kupastuntas.co

Bandar Lampung, kupastuntas.co - Sebanyak tujuh mayat yang diduga Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal ditemukan meninggal dunia di pesisir Pantai Teluk C, Bandar Penawar, Kota Tinggi, Negara Bagian Johor, Malaysia, pada Minggu (20/9/2020). 

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Bandar Lampung, Ahmad Salabi mengatakan, dari ke tujuh jenazah PMI ilegal tersebut, terdapat satu orang yang merupakan warga Rumbia Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng).

"Kemarin ada KTP yang ditemukan di perairan itu, setelah di cek KTP itu ternyata ditemukan nama nya Rina berusia 31 dari Lampung Tengah," kata Salabi saat dimintai keterangan, Rabu (23/9/2020).

Salabi melanjutkan, KTP atas nama Rina tersebut ditemukan terpisah dengan jenazah. Saat ini jenazah Rina masih berada di Johor Baru Malaysia untuk dilakukan identifikasi.

"Untuk memastikan apakah jenazah tersebut merupakan warga Lampung Tengah masih diidentifikasi oleh pihak Malaysia yang bekerjasama dengan kementerian Indonesia. Kami juga sudah mendatangi pihak keluarga dan sang kakak membenarkan bahwa adik nya bernama Rina pergi untuk bekerja ke Malaysia," katanya.

Dugaan sementara, lanjut Salabi, PMI ilegal tersebut diberangkatkan oleh calo dari Batam ke Tanjung Pinang menggunakan kapal laut. Selanjutnya, setelah sampai di perairan Malaysia, para PMI ilegal tersebut diturunkan di wilayah perairan yang masih cukup dalam untuk selanjutnya menuju pantai masing-masing.

"Ketika hampir tiba di daratan semua PMI diturunkan. Memang kapal tidak pernah menurunkan penumpang di darat  karena ilegal jadi takut, dan mungkin sudah ada perjanjian dengan si tekong (nahkoda) ini dengan pekerja ilegal. Karena mungkin tidak bisa berenang jadi para PMI ini tersapu ombak. Ini informasi yang kita terima," bebernya.

Salabi mengatakan, jika benar jenazah Rina asal Lampung Tengah dipastikan meninggal dalam insiden tersebut, pihaknya akan bekerjasama dengan Polres Lampung Tengah untuk mencari calo yang membawa Rina ke Batam.

"Masih di selidiki kapal yang membawa WNI ini dari mana. Kami juga dari lampung akan menyelidiki jika dipastikan si Rina yang meninggal maka akan bekerjasama dengan polres Lampung tengah untuk mencari orang yang membawa rina ke Batam. Ini merupakan human trafficking harus di usut tuntas," tutupnya. (*)

Video KUPAS TV : Puluhan Karyawan Kupas Tuntas Grup Jalani Rapid Tes, Alhamdulilah Seluruh Hasilnya Non Reaktif