Sujarno, Buruh Batu Bata Belum Terima Bantuan Apapun Selama Pandemi Covid-19
Seorang Buruh, warga Lampung Timursaat mencetak batu bata. Foto: Agus/Kupastuntas.co
Lampung Timur, kupastuntas.co - Sujarno (55) warga Desa Labuhanratu Baru, Kecamatan Way Jepara, Lampung Timur mengaku tidak pernah mendapat bantuan apapun baik yang bersumber dari Pemerintah Daerah ataupun Pemerintah Pusat selama Pandemi Covid-19.
Saat ditemui, Kamis (15/10/2020) Sujarno menjelaskan untuk mencukupi kebutuhan sehari hari, Sujarno dengan istrinya terpaksa bekerja sebagai buruh membuat atau mencetak batu bata tanah.
"Upah yang didapat dari mencetak bata yaitu untuk seribu bata diberi upah 50 ribu. Sehari kami berdua dapat 500 bata, jadi hanya dapat upah 25 ribu," ucapnya.
Sujarno mengaku sebelum adanya wabah Covid 19 pria satu anak itu bekerja sebagai pedagang makanan keliling, dagangan yang di pasarkan yaitu jenis "cilok" sasaran yang biasa di jadikan tempat penjualan yakni di sekolah.
"Saya menggunakan sepeda dayung dengan membonceng gerobak kecil untuk tempat dagangannya. Karena ada Corona inikan sekolah ditutup, jadi saya tidak berjualan lagi ," terang Sujarno.
Saat ditanya mengenai bantuan dampak dari Covid 19, seperti BLT yang bersumber dari DD dan BST dari Pemerintah pusat. Sujarno mengaku tidak pernah menerima bantuan apapun.
"Saya tidak pernah dapat bantuan, apa karena hanya rumah saya sudah gedung (permanen) ya," tanya Sujarno.
Namun Sujarno menjelaskan jika hanya alasan rumah permanen, rumah tersebut dibuat sejak 2007 silam, dengan hasil pengumpulan dagang makanan jenis cilok. Namun secara penghasilan Sujarno tidak lebih dari 30 ribu per hari. (*)
Video KUPAS TV : Herman HN Tolak Surati Presiden Untuk Batalkan Omnibus Law Cipta Kerja
Berita Lainnya
-
Nelayan di Perairan Lampung Timur Meninggal Terjatuh dari Kapal
Senin, 06 April 2026 -
Kabur ke Perkebunan, Pelaku Curanmor di Labuhanratu Akhirnya Dibekuk Polisi
Senin, 06 April 2026 -
Kades Labuhanratu IV Lampung Timur Ditemukan Tewas di Kamar Hotel
Jumat, 03 April 2026 -
Presiden Direncanakan Resmikan Kampung Nelayan Koperasi Merah Putih di Lampung Timur
Selasa, 31 Maret 2026








