Agar TPS Steril, KPU dan Bawaslu Minta Seluruh Saksi Paslon Harus Rapid Test
Ketua KPU Bandar Lampung, Dedy Triadi. Foto: Doc/Kupastuntas.co.
Bandar Lampung, Kupastuntas.co - Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Bandar Lampung masih tetap mendorong seluruh saksi dari pasangan calon untuk dilakukan Rapid tes menjelang pemungutan suara. Hal ini perlu dilakukan agar Tempat Pemungutan Suara (TPS) benar-benar steril dari penyebaran Covid-19.
Ketua KPU Bandar Lampung Dedy Triyadi mengatakan, pihaknya menyarankan pasangan calon dan partai politik pendukung juga melakukan Rapid test covid-19. Hal penting demi kesehatan & keselamatan bersama. Sehingga perlu komitmen bersama agar saat pelaksanaan pemunggutan suara jangan sampai menjadi kluster penyebaran covid-19.
"Seluruh KPPS dan PTPS sudah menjalankan rapid test. seharusnya saksi paslon juga diperlakukan sama karena covid tidak mengenal KPPS, PTPS atau saksi. Tapi demi menjaga kesehatan dan keselamatan bersama antar penyelenggara, saksi paslon dan masyarakat pemilih yang datang ke TPS," ungkapnya Jumat (04/12/2020).
Dedy juga mengungkapkan jangan menimbulkan opini negatif yang sudah KPU sosialisasikan melalui relawan demokrasi. "Termasuk 15 hal baru dalam pemunggutan suara sedangkan tim paslon atau parpol tidak menunjukan komitmen tersebut," ujarnya.
Hal serupa juga disampaikan ketua Bawaslu Bandar Lampung Candrawansah, sebaiknya rapid test karena kan tidak baik juga kalau hanya penyelenggara yang harus dipastikan bebas dari Covid. "Karena kan para saksi itu di dalam TPS, bukan berada di luar," kata dia. (*)
Berita Lainnya
-
Mentan Amran Kumpulkan Civitas Akademika UGM, Percepat Inovasi dan Hilirisasi Pertanian
Selasa, 30 Juni 2026 -
Tempat Strategis hingga SPKLU Lounge PLN, Ini 5 SPKLU Non Tol yang Paling Banyak Dipilih Pengguna Kendaraan Listrik di Lampung
Selasa, 30 Juni 2026 -
Nanda Indira Buka Suara Soal Tas Mewah: Ada yang Dicicil hingga Hadiah dari Keluarga
Selasa, 30 Juni 2026 -
Insan PLN UID Lampung Berhasil Tekan Emisi hingga 5532 kgCO2e melalui Gerakan Clean Energy Day
Selasa, 30 Juni 2026








