Pembangunan Flyover Sultan Agung Baru Capai 45 Persen
Walikota Bandar Lampung, Herman HN saat meninjau pembangunan flyover Sultan Agung, Jumat (4/12/2020). Foto: Sri/Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Progres pembangunan flyover di Jalan Sultan Agung yang dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung, saat ini baru capai 45 persen.
Walikota Bandar Lampung, Herman HN mengatakan, pihakya saat ini sedang mempercepat pembangunan proyek flyover Sultan Agung ini, agar di Januari 2021 rampung.
"Target sekitar akhir bulan Januari 2021 selesai. Sebelum saya berhenti, sudah dimeresmikan," ujar Herman HN, saat meninjau pembangunan flyover tersebut, Jumat (4/12/2020).
Dalam tinjauannya kali ini, ada beberapa kendaraan yang memutar balik langsung di perlintasan rel kereta api.
Melihat hal itu, Herman HN langsung memerintahkan, agar jalan putar balik tersebut dilakukan penutupan.
"Penutupan jalan putar balik ini tadi bertujuan untuk menghindari kecelakaan," lanjutnya.
Sementara itu, pengawas pelaksana kontruksi PT Adiguna Anugerah Abadi pada pengerjaan flyover Sultan Agung, Sutarno mengatakan, sedang melakukan pemasangan girder. Menurutnya pemasangan 1 girder memakan waktu 7 sampai 8 hari.
"Sampai saat ini, pembangunan flyover Sultan Agung kira-kira mencapai 45 persen," ungkapnya.
Sebelumnya, pemerintah setempat menargetkan proyek senilai Rp35 miliar lebih tersebut, selesai diakhir Desember 2020. Namun target itu meleset di akhir Januari 2021 mendatang. (*)
Video KUPAS TV : ARUS KENDARAAN LIBUR NATAL-TAHUN BARU BAKAL MELONJAK, WASPADA KLASTER BARU COVID-19 – PART 1
Berita Lainnya
-
Mentan Amran Kumpulkan Civitas Akademika UGM, Percepat Inovasi dan Hilirisasi Pertanian
Selasa, 30 Juni 2026 -
Tempat Strategis hingga SPKLU Lounge PLN, Ini 5 SPKLU Non Tol yang Paling Banyak Dipilih Pengguna Kendaraan Listrik di Lampung
Selasa, 30 Juni 2026 -
Nanda Indira Buka Suara Soal Tas Mewah: Ada yang Dicicil hingga Hadiah dari Keluarga
Selasa, 30 Juni 2026 -
Insan PLN UID Lampung Berhasil Tekan Emisi hingga 5532 kgCO2e melalui Gerakan Clean Energy Day
Selasa, 30 Juni 2026








