KPU Bandar Lampung Nyatakan KPPS yang Reaktif Sudah Diganti
Anggota KPU kota Bandar Lampung Koordinator Divisi SDM, Hamami. Foto: Doc/Kupastuntas.co.
Bandar Lampung, kupastuntas.co - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bandar Lampung menyatakan telah mengganti Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang dinyatakan reaktif hingga Rapid Test tahap tiga beberapa waktu lalu.
Koordinator Divisi SDM KPU Kota Bandar Lampung Hamami mengatakan, seluruh KPPS yang dinyatakan reaktif sudah diganti dengan KPPS yang baru.
"Sudah kita ganti semuanya, dan sudah di rapid semuanya non reaktif," ungkapnya saat ditemui di kantor KPU Bandar Lampung Selasa (08/12/2020).
Hamami menjelaskan, untuk penggantinya memang sudah disiapkan sebelumnya, yakni petugas KPPS yang dinyatakan belum lolos pada tahapan seleksi awal.
"Kita ambil dari petugas KPPS yang tidak lolos seleksi, dan sudah diberikan bimtek oleh KPPS secara internal. Semuanya sudah siap," ujarnya.
Sebelumnya, ketua KPU Bandar Lampung Dedy Triyadi mengatakan, dari total 1533 KPPS yang dinyatakan reaktif pada Rapid tes covid-19 gelombang pertama, setelah dilakukan Rapid tes ulang ditemukan 50 persen KPPS tersebut kembali dinyatakan reaktif.
"Setelah diganti, kemudian dilakukan Rapid tes pada tahap ketiga, yang dinyatakan reaktif hanya 10 persen anggota KPPS, dan sudah diminta untuk melakukan isolasi mandiri, apabila kondisinya memburuk maka KPPS tersebut tidak dilibatkan dalam pemungutan suara (diganti), apabila membaik maka akan kita libatkan," ujarnya. (*)
Video KUPAS TV : Ratusan Pengguna Jalan Tol Lampung Disetop, Dapat Kopi Dan Makan Gratis!
Berita Lainnya
-
Mentan Amran Kumpulkan Civitas Akademika UGM, Percepat Inovasi dan Hilirisasi Pertanian
Selasa, 30 Juni 2026 -
Tempat Strategis hingga SPKLU Lounge PLN, Ini 5 SPKLU Non Tol yang Paling Banyak Dipilih Pengguna Kendaraan Listrik di Lampung
Selasa, 30 Juni 2026 -
Nanda Indira Buka Suara Soal Tas Mewah: Ada yang Dicicil hingga Hadiah dari Keluarga
Selasa, 30 Juni 2026 -
Insan PLN UID Lampung Berhasil Tekan Emisi hingga 5532 kgCO2e melalui Gerakan Clean Energy Day
Selasa, 30 Juni 2026








