Kejati Lampung Tahan 3 Tersangka Penilep Pajak Minerba Lamsel
Para tersangka usai diperiksa di ruang penyidik Pidsus Kejati Lampung, digiring ke mobil tahanan untuk dibawa ke rutan Way Hui, Selasa (22/12/2020). Foto: Oscar/Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung menetapkan empat orang tersangka korupsi penyelewengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak dan retribusi mineral bukan logam (minerba) melalui Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Lampung Selatan (Lamsel) tahun 2017-2019.
Keempat orang tersangka, yakni MW, EF dan SM, sementara satu tersangka yang tidak hadir yakni YY, pejabat Eselon III.
Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Lampung, Andrie W Setiawan mengatakan, penyelidikan yang dilakukan tim Pidsus Kejati Lampung hari ini, menetapkan empat orang tersangka, hanya saja yang hadir tiga orang.
"Ketiga orang ini langsung dilakukan penahanan," kata Andrie, Selasa (22/12/2020) sore.
Andrie melanjutkan, yang ditahan selama 20 hari ke depan di rumah tahanan (Rutan) Way Hui, merupakan pejabat Eselon IV, staf dan tenaga TKS yang ikut dalam perkara tersebut.
Peran dari tersangka ini, tidak menyetorkan pajak Minerba ke daerah selama dua tahun terhitung 2017-2019 sebesar Rp2 miliar. Tindak-lanjut dari intelijen yang melakukan penyelidikan.
"Kemudian dilimpahkan ke Pidsus. Selanjutnya mematangkan penyelidikan dan penetapan tersangka karena dinilai sudah memenuhi unsur," lanjutnya.
Andrie menambahkan, saksi cukup banyak yang diperiksa termasuk perusahaan-perusahaan yang sudah setor. Pasal yang disangkakan pasal 2 dan pasal 3 UU tindak pidana korupsi. (*)
Video KUPAS TV : Kuasa Hukum Yutuber Serahkan 79 Alat Bukti Pelanggaran Pilkada Kota Bandar Lampung
Berita Lainnya
-
Dukung Prestasi Atlet Lampung, Bos Intan Group Lepas Kontingen Atletik ke Jatim Open 2026
Rabu, 29 April 2026 -
Dirbinmas Polda Lampung Gelar FGD Penanganan Kenakalan Remaja, Perkuat Sinergi Wujudkan Kamtibmas Kondusif
Rabu, 29 April 2026 -
Usai Dianggap Berbohong, Kementerian PU Siapkan Rp5 Miliar untuk Master Plan Pengendalian Banjir Bandar Lampung
Rabu, 29 April 2026 -
Divonis 3 Tahun, Thio Stephanus Ajukan Banding Terkait Kasus Korupsi Tanah Kemenag di Lamsel
Rabu, 29 April 2026








