Meski Tunanetra, Erik Berjibaku Mengais Rejeki Demi Bertahan Hidup
Erik saat berjalan berjualan kerupuk. Foto: Agus/Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Metro - Mendung hitam menyelimuti Kota Metro Timur, Jumat
(29/1/2021) sore, hiruk-pikuk kendaraan bermesin lalu-lalang di jalan Ahmad
Yani. Terlihat seorang pria berkaos abu-abu kumal berjalan.
Sandal jepit yang sudah menipis menjadi
saksi perjalanan pria tersebut. Tangan kanannya terlihat sibuk menggerakkan
tongkat sepanjang 1 meter, tongkat itu sebagai petunjuk jalan pria yang
diketahui bernama Erik (35) sebab ayah satu anak itu mengalami kebutaan pada
dua matanya.
"Kerupuk..kerupuk.." suara tersebut
keluar dari mulut Erik. Tangan kirinya memikul bambu sepanjang 1,2 meter
sebagai tempat penompang kerupuk, sisi depan menggelantung beberapa ikat
kerupuk ikan, sementara sisi belakang menggelantung beberapa ikat keripik
pisang.
"Tek..tek..tek.." suaraujung
tongkat yang dibenturkan Erik pada aspal jalan raya, sebagai pengganti
pandangannya agar tidak berjalan di tengah badan jalan.
"Tongkat ini saya jadikan penunjuk
jalan dan dari ketukan tongkat ini saya bisa memilah jalan aspal dan jalan yang
bukan aspal, agar tidak tertabrak kendaraan," kata Erik.
Sambil menurunkan bambu yang dipanggul, Erik perlahan duduk di pinggir trotoar.
Disela-sela ikatan kerupuk sudah
disiapkan gunting kecil, karena pembeli harus memilih memotong sendiri kerupuk
yang akan dibeli. Sementara Erik cukup percaya dengan pembelinya.
"Saya modalnya percaya saja, masa
iya mereka mau membohongi pedagang buta seperti saya cuma kerupuk seharga 5
ribu," lanjutnya.
Erik mengaku sebelum berjualan kerupuk
keliling dirinya bekerja sebagai tukang pijat. Namun, karena kondisi pandemi Covid-19,
tentu tidak ada yang mau pijat kepadanya.
"Karena Covid-19 tidak yang mau
pijat akhirnya saya jual kerupuk keliling. Sehari untung Rp25-60 ribu, satu
ikat kerupuk saya dapat untung Rp1.500," ujarnya.
Meski kondisi fisik yang sangat terbatas
dengan kedua Indra penglihatannya yang tidak berfungsi sejak lahir, tidak
menyurutkan semangatnya demi kebutuhan keluarganya,
"Kalau gak nekat, anak saya mau makan apa," pungkasnya. (*)
Video KUPAS TV : ORANG LUAR HARUS INGAT LAMPUNG KARENA KOPINYA!
Berita Lainnya
-
Tommy Gunawan: Penyiraman Air Keras Terhadap Aktivis KontraS Ancaman Serius bagi Demokrasi
Sabtu, 14 Maret 2026 -
Jelang Lebaran, Pemkot Metro Monitoring Harga dan Stok Pangan di Sejumlah Pasar
Jumat, 13 Maret 2026 -
Kisruh Anggaran Media Rp200 Juta di Metro, Rozi Fernando Desak APH Periksa Anggaran Diskominfotik
Jumat, 13 Maret 2026 -
Kritik Pinjaman ke Bank Lampung, Anggota DPRD Metro Siap Lepas Fasilitas Bantu Bayar Bunga
Kamis, 12 Maret 2026








