Perempuan yang Menjadi Tulang Punggung Keluarga Kurang Perhatian dari Pemerintah
Ketua Rumah Perempuan dan Anak Provinsi Lampung, berbincang kepada pedagang lansia di Pasar Way Jepara Lampung Timur. Foto : Agus/Kupastuntas.co
Lampung Timur, kupastuntas.co - Pemerintah dinilai kurang konsentrasi dalam menangani persoalan perekonomian perempuan khususnya perempuan yang menjadi tulang punggung keluarga.
Hal tersebut ditegaskan oleh Ketua Rumah Perempuan dan Anak (RPA) Provinsi Lampung, Enny Puji Lestari pada Jumat (12/2/2021).
Enny Puji Lestari saat melakukan survei pendataan kondisi pedagang pasar khususnya perempuan, mengatakan sampai hari ini (Jumat), baru sembilan kabupaten dari 13 kabupaten kota yang ada di Provinsi Lampung yang masuk survei, yaitu Lampung Timur, Lampung Tengah, Bandar Lampung, Mesuji, Tulangbawang Barat, Tulangbawang, Prengsewu, Metro dan Lampung Selatan.
"Karena kami masih tahap pendataan, dan belum selesai seratus persen, maka kami belum bisa memberikan persentase berapa banyak tulang punggung perempuan yang memiliki ekonomi lemah," papar Enny
Namun jika dilihat dari hasil survei sementara dan hasil dari komunikasi kepada sejumlah pedagang perempuan lanjut usia (lansia) terlihat bahwa pemerintah selama ini kurang serius artinya kurang begitu fokus dalam melakukan edukasi kepada perempuan khususnya soal ekonomi.
"Secara humanis pemerintah kurang, memang secara program program bantuan yang bersifat jangka pendek sudah dilakukan," terang Ketua RPA Provinsi Lampung tersebut.
Sehingga setelah adanya pendataan di semua 15 kabupaten kota yang ada di Provinsi Lampung maka kedepan nya, RPA akan melakukan gerakan pelatihan, secara humanis kepada perempuan tulang punggung yang kondisi ekonominya menengah kebawah.
"Setiap kabupaten kami sudah memiliki kepengurusan sehingga apa yang diprogramkan oleh RPA Pusat akan kami turunkan hingga tingkat daerah," jelasnya.
Enny juga menegaskan lembaga yang menangani bidang pendampingan Perempuan dan Anak itu tidak merujuk pada soal Politik praktis artinya bergerak untuk kemanusiaan. (*)
Berita Lainnya
-
Petani Was Was Harga Gabah Anjlok Rp 4.500 per Kg di Lampung Timur
Selasa, 02 April 2024 -
Jerit Nelayan di Kuala Penet Lamtim Tidak Pernah Nikmati Solar Subsidi
Selasa, 02 April 2024 -
74 Kasus Kekerasan Terjadi di Lamtim Selama 2023, Didominasi KDRT dan Seksual
Senin, 01 April 2024 -
Polisi Tutup Mata Soal Tambang Batu Ilegal di Way Jepara Lamtim
Senin, 01 April 2024


