Warga Keluhkan Kondisi Jalan Ratu Dibalau yang Rusak dan Berlubang
Kondisi jalan di Ratu Dibalau yang berlubang. Foto: Rohmah/Kupastuntas.co
Bandar Lampung, Kupastuntas.co - Jalan Ratu Dibalau di kecamatan Tanjung Seneng sampai Way Kandis terlihat rusak.
Menurut pantuan Kupastuntas.co, dari mulai flyover Kimaja sampai persimpangan Way Kandis terdapat puluhan lubang besar yang cukup mengganggu pengendara.
Menurut salah satu warga (Matnaris) yang tinggal di RT 3 Kecamatan Tanjung Seneng, lubang-lubang di jalan Ratu Dibalau ini ada yang sudah lama dan baru juga.
"Dua lubang di sana itu baru, makanya dia berlubang diatas aspal tambalan. Kalau gundukan aspal yang disana mbak, itu bahkan sebelum saya pindah ke Jakarta itu udah ada," ungkapnya ketika ditemui Kupastuntas.co, Senin (22/2/2021).
Diketahui, Matnaris yang bekerja sebagai pedagang buah di Jalan Ratu Dibalau ini mengaku sudah lama tinggal di Kecamatan Tanjung Seneng, namun pada tahun 2016 pindah ke Jakarta selama 4 tahun, dan kembali lagi ke Lampung di awal 2020 lalu ketika virus korona merebak di Indonesia.
"Saya itu gak habis pikir mbak, banyak truk-truk yang suka parkir di jalan itu," katanya menunjuk jalanan aspal rusak yang menggunduk.
Ia mengaku bahwa tidak ada juga penertiban truk atau mobil yang parkir dijalan tersebut.
"Kalau sebentar untuk nurunin barang aja malah sebenernya gak boleh kan, karena di kanan bahu jalan. Ini kadang-kadang parkir aja sampai lama," lanjutnya.
Menurutnya yang merupakan pengguna jalanan juga, jalan Ratu Dibalau yang berlubang ini cukup mengganggu pengendara apalagi jalannya tidak lebar sehingga sulit untuk menghindar dari lubang tersebut.
"Saya aja pernah jatuh gara-gara gundukan aspal disana," ungkapnya.
Selain itu, seorang pedagang keliling juga mengatakan bahwa beberapa hari lalu juga ada kecelakaan antar pengendara motor dikarenakan menghindar dari lubang di jalanan tersebut.
"Kemarin aja ada yang tabrakan, karena mengelak jalan. Kalau dibilang mengganggu atau enggak, ya mengganggu. Apalagi saya bawa grobak," tuturnya.
Ia yang merukan warga asli orang daerah Panjang mengatakan kalau di Jalan Panjang tidak separah yang ada di Jalan Ratu Dibalau.
"Kalau di Panjang mah jalannya alus mbak, padahal mobilnya lebih besar-besar dari yang lewat disini. Kalau ada yang rusak langsung dibenerin, aspalnya juga lebih tebal kayanya dari yang disini," tutupnya.(*)
Video KUPAS TV : ALAT PEMBAKAR LIMBAH DI LAMPUNG TAK BEROPERASI, ANGGARAN 4,8 MILIAR MUBAZIR (BAGIAN 5 – HABIS)
Berita Lainnya
-
Perintah Kapolda Lampung Tembak di Tempat Pelaku Begal Tuai Pro dan Kontra
Sabtu, 16 Mei 2026 -
PLN UID Lampung Dorong 100 Persen Kendaraan Operasional Berbasis EV
Sabtu, 16 Mei 2026 -
Tembak di Tempat Pelaku Begal, Instruksi Kapolda Lampung Dinilai Sejalan dengan Hukum Progresif
Jumat, 15 Mei 2026 -
Muhammad Fari Madyan Alumnus Universitas Teknokrat Indonesia Sukses Bangun Ekosistem Digital Lampung hingga Tembus Perusahaan Internasional
Jumat, 15 Mei 2026








