Lapas Rajabasa Harap Bantuan Pemasaran Hasil Kerajinan Warga Binaan dari Pemkot Terealisasi
Fauzi (22), salah satu warga binaan Lapas kelas 1 Bandar Lampung, saat menyulam tapis bersama rekannya, Minggu (2/5/2021). Foto: Sri/Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas 1 Rajabasa, Bandar Lampung, berharap, bantuan berupa pemasaran hasil kerajinan warga binaan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung dapat segera terealisasikan.
Kepala Keamanan Lapas kelas 1 Rajabasa, Wahyudi mengatakan, warga binaan yang di dalam pembinaan membuat kerajinan baik itu sulam tapis, menjahit dan kerajinan lainnya, kurang lebih ada 30 orang.
"Untuk saat ini hasil kerajinannya kita pasarkan melalui online dan juga pesanan dari pihak luar. Akan ada bantuan pemasaran dari Pemkot kami sangat mengapresiasi, harapannya bantuan tersebut bisa terlaksana dan terrealisasikan," ujar Wahyudi, Minggu (2/5/2021).
Lanjutnya, ini juga merupakan hal positif sehingga hasil kerajinan bisa dipasarkan lebih banyak lagi, artinya akan bermanfaat juga bagi warga binaan itu sendiri.
"Dalam hal ini tentunya kita akan sinergisitas antara lapas Rajabasa dan pemerintah kota Bandar Lampung," sambungnya.
Sebelumnya, Walikota Bandar Lampung, Eva Dwiana, berjanji akan membantu apapun yang dilakukan untuk kebaikan Lapas kelas 1 Bandar Lampung.
"Nanti kalau misalnya kita komunikasikan lagi kepada Lapas Siapa tahu kita bantu pemasarannya untuk mempromosikan dan penjualannya," kata Eva.
Apalagi terangnya, saat ini Bandar Lampung telah memiliki tempat pemasaran UKM yang luar biasa, seperti di Masjid Al-quran. Dan juga UKM bisa melakukan pinjaman tanpa bunga di Bank Daerah.
"Insya Allah bisa membantu UKM yang ada di Kota Baru Lampung, khususnya Lapas Rajabasa. Kalau ada, kita siap menerima kerajinan dari warga binaan Lapas kelas 1 Bandar Lampung. Artinya kita memfasilitasi," terangnya.
Fauzi (22), salah satu warga binaan Lapas kelas 1 Bandar Lampung sangat menyambut baik akan ada bantuan tersebut, sehingga pihaknya juga semakin meningkatkan keterampilannya.
"Kita buat kerajinan ini (sulam tapis) sudah dari 1 tahun yang lalu. Alhamdulillah dengan adanya kerajinan ini kita menjadi ada kegiatan di Lapas ini, yang tentunya bisa bermanfaat," ungkap Fauzi. (*)
Video KUPAS TV : AGROWISATA UNILA DIBUKA, BISA NGABUBURIT SAMBIL PETIK MELON
Berita Lainnya
-
Mahasiswa Terbaik Teknik Elektro Universitas Teknokrat Indonesia Terapkan PLTS untuk Pertanian Hidroponik Berkelanjutan di Lampung
Kamis, 14 Mei 2026 -
Kuasa Hukum Bantah Arinal Terlibat Korupsi Dana PI 10 Persen: Sepeser Pun Tidak Pernah Menerima Uang
Rabu, 13 Mei 2026 -
Kuasa Hukum Sebut Kasus Dana PI 10 Persen Janggal, Ana Sofa Yuking: Kerugian Negara Saja Tidak Ada
Rabu, 13 Mei 2026 -
Mantan Menteri Pendidikan Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara di Kasus Chromebook Rp2,1 Triliun
Rabu, 13 Mei 2026








