• Kamis, 07 Mei 2026

Pemprov Lampung Imbau Kabupaten Kota Ikuti Anugerah Desa Wisata

Minggu, 06 Juni 2021 - 14.31 WIB
37

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung Edarwan. Foto : Doc/Kupastuntas.co

Bandar Lampung, kupastuntas.co - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengajak kepada kabupaten/kota untuk dapat berpartisipasi dalam ajang anugerah desa wisata yang diadakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

"Kabupaten/kota diminta untuk ikut berpartisipasi dengan cara mendaftarkan desa nya untuk ikut serta. Kami juga telah menyurati semua daerah agar dapat mengusulkan desa nya yang memilki potensi," ujar Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung Edarwan saat dimintai keterangan, Minggu (6/6/2021).

Menurut Edarwan, konsep desa wisata yang bertujuan untuk menumbuhkan perekonomian masyarakat ditengah pandemi Covid-19 serta menjadikan wisata berkelanjutan perlu mendapat dukungan dari semua pemerintah daerah.

"Konsep desa wisata ini sangat baik, karena akan menjadikan desa usaha dan mengembangkan potensi yang dijual dan melibatkan masyarakat. Ekonomi akan tumbuh dari ajang ini, karena masyarakat akan langsung ikut andil," ungkapnya.

Ia melanjutkan, terwujudnya desa wisata juga perlu adanya dorongan dan peran aktif dari aparat desanya sendiri. Kepala desa harus menjadi motor penggerak dan mendaftarkan desanya yang memiliki potensi. 

"Contoh desa kopi atau atau seperti jaman sekarang anak perkotaan sangat jarang liat sapi atau kerbau, tapi kalau di desa kan banyak. Itu bisa dijadikan wisata jadi orang kota yang mau masuk sawah bisa membayar tarif. Kita akan mengusulkan sebanyak mungkin agar banyak peluang menang," kata Edarwan.

Edarwan mengatakan, banyak desa yang ada di Provinsi Lampung yang memiliki potensi untuk dikembangkan mejadi desa wisata serta memberikan jaminan kesehatan kepada semua pengunjung.

"Untuk diLampung sendiri contohnya seperti wisata terapi ikan, wisata itu cukup berkembang dan ada beberapa desa yang mulai mengembangkan itu. Ini menunjukkan banyak potensi yang ada hanya tinggal dikembangkan," katanya.

Menurut Edarwan, desa wisata Indonesia 2021 akan mengusung tujuh kategori penilaian di antaranya sertifikat CHSE, Desa Digital, suovenir (kuliner, fashion, kriya), daya tarik wisata (alam, budaya, buatan), konten kreatif, penginapan atau homestay dan kamar kecil (toilet).

"Jadi diharapkan semua desa yang memiliki potensi segera mendaftar. Karena ini langsung diadakan oleh Kementrian Pariwisata sehingga diharapkan nantinya mampu menumbuhkan perekonomian masyarakat sekitar," tutupnya. (*)

Editor :